
Padahal bisa jadi anaknya mengalami gangguan dalam perkembangannya yang biasa kita kenal dengan istilah Hiperaktif.
Untuk itu mari kita mengenali ciri-ciri anak Hiperaktif dibandingkan dengan anak yang Aktif.
HIPERAKTIF
Secara
psikologis, Hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal,
disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu
memusatkan perhatian.
Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak sehingga rentan konsentrasi penderita sangat pendek dan sulit dikendalikan. Ada juga penyebab yang lain, yakni: temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi.
Dapat juga diakibatkan oleh gangguan di kepala, seperti gegar otak, trauma kepala saat di jalan lahir atau terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.
Gangguan ini disebabkan kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak sehingga rentan konsentrasi penderita sangat pendek dan sulit dikendalikan. Ada juga penyebab yang lain, yakni: temperamen bawaan, pengaruh lingkungan, malfungsi otak, serta epilepsi.
Dapat juga diakibatkan oleh gangguan di kepala, seperti gegar otak, trauma kepala saat di jalan lahir atau terbentur, infeksi, keracunan, gizi buruk, dan alergi makanan.
Ciri-ciri anak Hiperaktif:
1. Tidak Fokus
Anak
yang mengalamai gangguan hiperaktifitas (hiperaktif) sulit
berkonsentrasi lebih dari lima menit yakni tidak dapat diam dalam waktu
yang cukup lama dan mudah teralihkan perhatiannya kepada hal yang lain.
Terkadang
anak juga berprilaku impulsif , seperti ingin memegang dan meraih apa
yang ada di depannya atau yang dipegang oleh temannya tetapi ia memegang
dan mengambilnya tanpa tujuan. Jadi asal pegang saja yang kemudian apa
yang dipegangnya malah dibanting hingga rusak.
Anak hiperaktif juga sering berbicara semaunya tanpa ada maksud yang jelas sehingga perkataannya sering sulit dimengerti.
Pada
pola interaksi dengan orang lain sering didapatkan anak tersebut acuh
tak acuh sehingga tidak mampu melakukan sosialisasi dengan baik.
2.Menentang
Umumnya
anak yang hiperaktif memiliki sikap pembangkang atau tidak mau
dinasehati. Misalnya jika ia dinasehati jika mondar-mandir tanpa tujuan,
mencorat-coret atau naik-turun tak mau berhenti, penolakannya dapat
ditunjukkan dengan sikap tak acuh (cuek).
3. Destruktif
Ketika
anak ini menyusun mainan, maka anak ini sering tidak dapat menyusunnya
bahkan malah menghancurkannya. Begitu pula dengan barang-barang rumah
yang mudah pecah seperti vas bunga atau lainnya, kecenderungan anak
hiperaktif untuk menghancurkannya cukup besar.
4. Tak kenal lelah
Anak
yang hiperaktif sering tidak menunjukkan kelelahan dalam berkatifitas.
Sepanjang hari ia akan bergerak kesana kemari, melompat, berlari, dan
sebagainya sehingga orang tua kesulitan meladeni perilakunya.
5. Tanpa tujuan
Aktifitas yang dilakukan anak hiperaktif tidak memiliki tujuan yang jelas.
Anak
ini juga tidak memiliki sifat tidak sabar. Sering ia merebut apa yang
dimainkan oleh temannya atau jika bermain maka ia tidak mau menunggu
giliran. Tak hanya itu, anak hiperaktif sering kali juga mengusili
temannya tanpa alasan jelas seperti tiba-tiba memukul, mendorong dan
sebagainya, meskipun alasan untuk melakukan hal tersebut tidak ada.
6. Intelektualitas rendah
Sering kali anak-anak dengan gangguan hiperaktifitas memiliki intelektualitas yang rendah.
AKTIF
Anak
aktif, tidak terdapat gangguan di otaknya, anaknya hanya sekedar aktif.
Hanya saja energi si anak yang terkumpul berlimpah dan anak
berkeinginan untuk selalu bergerak sehingga ia memiliki mobilitas yang
tinggi dibandingkan anak yang lain. Secara sekilas anak hiperaktif dan
aktif memiliki kesamaan perilaku yang dapat dibedakan jika ditilik
lebih lanjut.
Ciri-ciri anak Aktif
1. Fokus (perhatian Kuat)
Anak
aktif memiliki kemampuan kuat untuk memfokuskan perhatian. Ketika
bermain puzzle misalnya, anak aktif cenderung dapat melakukan
penyelesaian masalah dengan baik. Berbeda dengan anak yang hiperaktif
yang cenderung cepat bosan sehingga tidak dapat menyelesaikannya dan
hanya mempermainkannya saja.
2. Lebih Penurut
Sikap
menentang pada anak aktif tidak sekuat pada anak hiperaktif. Ia masih
dapat diberi tahu dan dapat mematuhinya dengan lebih baik.
3. Konstruksif
Ketika
diberikan mainan, anak yang aktif akan berusaha melakukan sesuai dengan
permintaan. Ia akan berusaha menyusun dan menyelesaikan permainannya
secara konstruktif.
4. Ada waktu lelah
Anak
aktif umumnya memiliki batas mobilitas. Ketika merasa lelah ia akan
menghentikan permainannya dan beristirahat. Walau demikian, pada
beberapa kasus istirahatnya sangat sedikit sehingga kesannya tidak
pernah lelah seperti anak sakit.
5.Lebih sabar
Anak
aktif memiliki kesabaran yang lebih tinggi dibandingkan anak
hiperaktif. Ketika menyelesaikan permainan puzzle misalnya, anak aktif
berusaha lebih keras dan sabar menyelesaikan tugasnya hingga tuntas.
6.Intelektualitas tinggi
Umumnya,
anak aktif memiliki kecenderungan menjadi anak cerdas. Ia memiliki
tenaga, rasa ingin tahu dan kesempatan yang lebih besar untuk mengetahui
hal-hal baru. Sebaiknya kesempatan ini dimanfaatkan orang tua untuk
menstimulasi perkembangan anak dengan sebaik-baiknya.
Dari gambaran di atas, mari kita mengamati sejenak buah hati kita
terutama pada usia 3,5 hingga 7 tahun (walaupun pada beberapa kasus
kelainan hiperaktif sudah dapat terlihat pada usia 1,5 - 2,5 tahun).
Setelah kita melakukan pengamatan, jika kita merasa anak kita cenderung
kearah hiperaktif maka langkah yang tepat yang dapat kita ambil adalah
memeriksakan anak anda ke tenaga profesional seperti dokter anak atau ke
dokter jiwa untuk menyakinkan kita apakah anak kita betul hiperaktif
atau hanya aktif sehingga dapat ditentukan langkah penanganan sedini
mungkin.
sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3xrPmtaOIbj7A5EeVA7fvsbP-rV14cG37qpnux5ZOQUKHjKpCh9Zy4OsH8BRkgTrKHm-0wIJHTLoYYepIIcmwZc32orUKefXonrDaLj3kGqLnWcEIgPLaEbpVnrL_7nQ2-DD7ajjHupqy/s200/Hiperaktif.jpg
Terimakasih sharing informasinya. Sangat bermanfaat.
BalasHapusTerima kasih sharingny
BalasHapus