Tampilkan postingan dengan label Blog event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog event. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2015

Belajar Membaca Sejak Dini Sebagai Sarana Menumbuhkan Cinta Baca

Seingatku.. dulu pandai membaca di usia 5 tahun sudah merupakan hal yang amazing. Sehingga orang tua yang memiliki anak yang pandai membaca di usia itu adalah hal yang sangat membanggakan.

Namun, seiring dengan perkembangan informasi yang sangat pesat, saat ini hal tersebut bukan lagi sesuatu yang langka. Pandai membaca di usia balita bahkan batita adalah hal yang sangat mungkin.

Sudah menjadi isu yang menarik bahwa masa keemasan perkembangan otak anak malah pada usia 3 tahun pertama. Sehingga untuk mengajarinya membaca sejak dini, mengapa tidak?

Begitu pula dengan saya sebagai seorang ibu, hal ini tentu sangat menjadi bahan perhatian.  Harapan agar si kecil bisa membaca sejak dini tentu ada, terlepas dari kontroversi yang ada tentang masalah ini.

Saya jadi teringat dengan biografi seorang ulama yang sejak berusia kurang lebih 7 tahun sudah menghafalkan Al-Qur'an, di usia seperti itu sudah mengusai beberapa disiplin ilmu agama. Yang menjadi pertanyaan, dengan usia seperti itu kira-kira dalam usia berapa mereka mampu membaca Al-Qur'an? Tentu jauh sebelum usia itu karena sebelum menghafalkan tentunya kita harus mampu membacanya.

Mungkin hal ini termasuk salah satu motivasi dalam mengajarkan si kecil membaca sejak dini, baik itu bacaan iqro'nya yang tetap harus menjadi prioritas, maupun bacaan latinnya.

Saat itu saya sempat berpikir untuk menuntaskan iqro'nya terlebih dahulu lalu kemudian bacaan latinnya yang mungkin sudah saya paparkan di postingan yang lalu. Namun, berhari-hari saya merenung..kenapa tidak pembelajarannya diparalelkan? Sambil tetap bermusyawarah dengan suami.

Saya memutuskan sebelum memulai harus tetap mencari informasi, setidaknya sharing dengan orang yang mungkin punya pengalaman yang sama, ketakutan akan terjadi over lapping dengan pembelajaran iqro'nya.

Alhamdulillah, setelah sharing dengan seorang teman cukup merasa lega. Dia mengatakan, "Otak anak itu ibarat sponge, ia menyerap informasi apa saja yang dia peroleh", dan hal ini dipraktekkan kepada putranya, iqro' jalan, latin juga jalan. Akhirnya, bismillah.. kuputuskan untuk mulai mengajarkan si kecil. Tentunya jauh dari kesan memaksakan dan tetap dengan metode belajar dan bermain.

Pandai membaca hanyalah sebuah wasilah (sarana) karena tujuan kita ada pada apa yang ia baca nantinya dan menjadikannya "suka membaca" karena begitu banyak anak yang sudah pandai membaca tapi tidak suka membaca dan yang senang membaca tapi bukan bacaan yang bermanfaat.

Untuk mewujudkan hal ini, saya mencoba membuatkan bahan-bahan belajar untuknya, baik Iqro' maupun latinnya. Bahan-bahan belajar tersebut bisa dilihat di sini dan di sini. Silahkan didownload dengan gratis :)

Contoh flash card bahan belajar bacaan latin

Contoh bahan belajar iqro'

Alhamdulillah jerih payahku tidak sia-sia, hasilnya pun terlihat. Abdullah dan Aisyah bisa membaca di usia 3 tahun, dan untuk Aisyah serasa lebih mudah karena sudah memiliki pengalaman mengajarkan Abdullah terlebih dahulu, lagi pula selama ini dia memperhatikan bagaimana kakaknya belajar.

Merangsang minat baca


Tidak merasa puas sampai di situ saja karena memang tujuan kami bukan sekedar mereka pandai membaca, pandai membaca hanyalah sarana untuk menanamkan kecintaan mereka pada membaca itu sendiri. 

Sedari kecil saya membuatkan buku-buku bacaan sederhana dari kardus bekas, Buku Aku Anak Muslim dan Ayo Berhitung karena waktu itu kami masih tinggal di daerah yang masih terbatas buku-buku edukatif untuk anak. Ditambah lagi satu dua buku yang kami pesan secara online serta mem-print beberapa ebook hasil download.

Tiga buku diantaramya adalah kreasiku untuk anak-anak.(tahun 2008)
Ebooknya bisa dilihat di sini

Abdullah dan buku-bukunya waktu berusia setahun lebih
Membacakan cerita sebelum tidur sudah menjadi agenda keseharian, bahkan sampai saat ini, saat mereka sudah pandai membaca sendiri bukunya, mereka masih kadang meminta kami untuk membacakan cerita untuk mereka. Mungkin mereka lebih senang mendengarkan intonasi yang berbeda jika kami yang membacakannya.

Alhamdulillah, kecintaan itu mulai tumbuh. Sejak berada di Makassar, jadi lebih bisa menambah koleksi bacaan buat mereka karena adanya beragam pilihan. Kalau ke toko buku, ingiiiiiiin sekali rasanya memborong begitu banyak buku buat mereka. Namun kembali lagi, semua harus disesuaikan dengan budget yang ada.

Koleksi buku anak-anak
Buku buatanku masih awet sampai sekarang (2015)
walau sudah agak sedikit kucel, tapi buku Ayo berhitung (jilid 2)
entah kemana :(

Senang saat melihat mereka mulai menikmati bukunya sendiri tanpa tergantung kepada saya untuk membacakannya. Terkadang mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada saya terkait akan apa yang mereka baca

"Ummi, serangga apa yang suka pada bunga?"

"Kelelawar juga disebut binatang malam kan ummi?"

"Nabi Muhammad pernah dibelah dadanya kan ummi?"

dan pertanyaan lainnya.

Itu berarti, sudah ada hasil yang melekat pada mereka akan apa yang mereka baca. Alhamdulillah.

Pasukan pink lagi membaca, walau ini bukan posisi
yang tepat. Biasanya saya tegur, tapi karena lagi ingin mengambil gambar mereka
yanh lagi asyiknya membaca, ditegurnya setelah motret...hihi

Untuk mewujudkan kecintaan mereka pada membaca tentu tidak hanya berasal dari pihak mereka saja, yang paling utama buat saya adalah memberikan keteladanan buat mereka. Tularkan kepada mereka semangat cinta baca, perlihatkan kepada mereka pada saat kita membaca. Bahkan terkadang tertarik melihat apa yang kita baca.

Ada hal yang lucu saat saya membaca buku "Mendidik Anak Dengan Cinta" karya ibu Irawati Istadi. Si Khadijah malah dengan serius memperhatikan covernya...
Kebetulan, di covernya ada tiga orang anak, satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Satunya mengenakan jilbab. 

Dia berkata, "Ummi, jibat (jilbab maksudnya)" sambil menunjuk ke gambar anak perempuan yang mengenakan jilbab

Lalu berkata lagi, "Ummi, Abullah (Abdullah)"

Terus saya menunjuk ke anak perempuan berponi yang tak berjilbab, "Ini siapa?"

"Aisyah" jawabnya. 

"Terus mana Khadijah?" tanyaku lagi

"Ini" tunjuknya ke gambar anak yang berjilbab.

Cover buku yang jadi perhatian Khadijah
Saya senyum-senyum sendiri melihat imajinasi anak seusia Khadijah ini, yang menarik dia memilih anak yang berjilbab untuk mewakili karakter dirinya ^_^

Semoga istiqomah anak-anakku. Harapanku, tumbuhlah menjadi anak yang cerdas dan senantiasa haus akan ilmu yang salah satu pintunya diperoleh dengan membaca. Bacalah bacaan yang benar sehingga bisa terarahkan menjadi orang-orang yang benar, dan bukan orang yang malah tersesat dengan bacaannya.

My Dream

Ada satu mimpi yang belum terwujud saat ini, keinginan untuk membangun sebuah rumah baca. Rumah baca untuk anak-anak di sekitar tempat tinggal. Keinginan yang ingin kuwujudkan saat kembali ke tempat domisili di salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur setelah suami menyelesaikan pendidikan di kota ini.

Dimana anak-anak dapat terlibat dalam mewujudkan impian itu sehingga kecintaan mereka akan membaca semakin erat. Bukan mustahil itu semua akan terwujud. 

Alhamdulillah sudah beberapa sahabat-sahabat Blogger yang telah lebih dahulu mendirikan rumah baca, sehingga lebih banyak tempat bertanya dan berdiskusi jika saatnya nanti mewujudkan impian.

Mari bersama-sama menebarkan virus cinta baca kepada sesama, dan ada baiknya dimulai dari lingkungan keluarga kita sendiri. Semoga bernilai amal jariyah.

Aaamiin Yaa Rabb...






Kamis, 15 Januari 2015

KEB, beruntung mengenalmu!

Bisa dikatakan, saya masih seumur jagung bergabung di komunitas. Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB), lupa tepatnya tanggal berapa yang jelas baru di tahun 2014 yang lalu, diapprove oleh mak Sari Melati.

Saya mengenal KEB berawal dari berkunjung ke beberapa blog teman-teman blogger dan saya melihat beberapa diantaranya bergabung di group KEB dengan melihat banner pada sidebar masing-masing. Apalagi pada saat kehebohan pemilihan srikandi blogger, semakin menambah penasaran.

Setelah itu, tidak ragu lagi untuk mencari informasi tentang KEB, akhirnya menyempatkan diri untuk berkunjung ke websitenya. Mencari tahu apa itu KEB dan bagaimana cara bergabung di sana.

Setelah membaca dengan seksama, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan harapan ada suntikan motivasi untuk kembali menekuni dunia blog. Semangat yang pernah menghilang cukup lama, seperti pada awal-awal mengenal dunia blog tahun 2009 dan terasa sangat sulit untuk memulai kembali.

Setelah bergabung

Awalnya saya merasa kurang PD meng-share postingan ke wall group KEB, sangat minder dengan tulisan para emak yang udah pada keren-keren, dibandingkan dengan diriku yang masih amatiran.

Namun semua kutepis, karena insya Allah saya ingin berkembang. Saya bergabung di group ini untuk lebih menikmati dunia blogger dan semua tidak akan berjalan maksimal jika terus menjadi silent reader

Alhamdulillah banyak hal yang saya dapatkan di group ini
  • Silaturrahim dengan orang-orang baru melalui blog-blog mereka.  Saya juga jadi lebih nyaman dalam blogwalking karena setiap hari selalu ada postingan baru yang menarik untuk dikunjungi yang terupdate melalui group fb maupun twitter, walau kadang tidak sempat meninggalkan jejak.
  • Termotivasi untuk meningkatkan frekuensi postingan. Dan ini sangat terasa, jauuuh berbeda dengan sebelumnya sewaktu belum mengenal KEB. Inspirasi postingan salah satunya malah muncul saat blogwalking.
  • Saling menebar inspirasi tidak hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata melalui program-program kopdarnya. Walaupun saya tidak pernah bertatap muka langsung melalui kegiatan-kegiatan kopdar KEB tapi serunya juga terasa walau hanya melalui postingan-postingan peserta yang mengikuti.
  • Tidak pelit ilmu. Nah, ini salah satu yang saya suka, banyak ilmu baru yang mencerahkan setelah bergabung di KEB. Apalagi setelah mengobrak-abrik file group, semakin sadar kalau diriku masih harus banyak belajar.
  • Satu lagi yang menjadikanku nyaman di komunitas ini karena semua membernya adalah perempuan. Sehingga lebih bisa lebih nyaman untuk berekspresi…

Saya merasa beruntung telah mengenal dan bergabung dengan KEB, malah sempat terpikir ‘Kok baru sekarang ya gabungnya?’ hehe..

Terkhusus para founder KEB, terima kasih atas ide mengumpulkan kami para emak blogger. Lewat perantaraan kalian, dunia emak menjadi lebih berwarna.

Buat para emak blogger, teruslah menebar inspirasi…
Salam hangat dari Makassar ^_^

Kamis, 06 Maret 2014

Alhamdulillah.. hasilnya mulai terlihat


Saat saya memulai postingan ini, ada abdullah di sampingku yang lagi asyik membaca, buku yang dia sebut buku "da di du de do" .. Saya jadi sering tersenyum-senyum sendiri setiap melihat dia kelihatan sangat menikmati suku kata demi suku kata..

Teringat waktu dia berusia sekitar 2 tahun-an lebih, saat saya memutuskan untuk memulai pelajaran iqro' dan latinnya dengan membuat sendiri bahan belajarnya..
Awalnya saya masih ragu untuk memperkenalkan, namun ternyata..setelah diperkenalkan.. dia sangat mudah menangkap apa yang kuajarkan kepadanya.. hanya dengan satu dua kali pengulangan..

Sekarang..alhamdulillah..sudah berhasil menguasai tiap suku kata yang (tak berakhiran) dari a-z.
Begitu juga dengan iqro'nya, sudah sampai dipertengahan iqro' 2 ...sudah bisa membedakan warna-warna dasar, membaca angka sampai tingkat puluhan.. Jadi, sekarang udah bisa diminta tolongin liat jam, udah jam berapa? (tentunya untuk jam digital ya...)

Alhamdulillah..ternyata jerih payahku selama ini tidak sia-sia, dengan sabar membuat bahan belajarnya satu persatu walaupun sederhana, hanya karena ingin memotivasi semangat belajarnya.. Cara belajarnya pun dikemas dalam bentuk belajar dan bermain... terkadang membacanya sambil lompat-lompat..hi..hi..dasar anak-anak.
Satu lagi, tanpa ada paksaan.. bahkan malah saya yang sering diingatkan.. he..

Pernah, satu waktu.. kami udah siap-siap tidur nih.. Eh, malah si abdullah minta dicarikan "iqro'nya", mau baca iqro' sebelum tidur.. padahal abinya udah matiin lampu..Terpaksa deh kami berdua bangun lalu mencarikan iqro'nya dan alhamdulillah sempat membaca satu halaman...ck..ck..abdullah..abdullah..

Dari pengalaman ini, saya hanya bisa menarik pelajaran bahwa jangan pernah ragu untuk mengenalkan sesuatu yang mungkin kita berpikir itu "terlalu dini" untuk mereka.. berikan saja..dan kita lihat bagaimana respon mereka..karena masing-masing anak berbeda penangkapannya...

Abdullah dan aisyah contohnya, aisyah cenderung lebih santai.. saya mengikuti alurnya dan menunggu hingga dia betul-betul siap. Dan alhamdulillah..sekarang sudah terlihat keinginan belajarnya.. iqro'nya sudah ada peningkatan. udah sampai "ذَ"...

Postingan ini kami buat bukan untuk membanggakan diri, tapi mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bersama untuk para orang tua.. Seperti saya yang sangat banyak terinspirasi oleh tulisan atau saling share dengan para ibu/orang tua yang sama-sama ingin berbagi..

Mudah-mudahan..anak-anak kita nantinya bisa menjadi anak yang cerdas, sehat dan shalih..
Yang menjadi washilah bagi kita untuk masuk ke dalam syurga-Nya.. Amin..





Tulisan ini saya ikut sertakan di ajang give away "Anakku Sayang" yang diselenggarakan oleh Rumah Mauna

Fathan dan azizah, pemeran utama di blog Rumah Mauna..







Kamis, 30 Januari 2014

Ketika tawakkal diuji

Kemarau kali ini terasa sangat panjang buat kami..
Bahkan ada pada satu titik dimana tawakkal kami betul-betul diuji. Mesin air yang kami gunakan sudah tak mampu untuk menarik, semestinya memang harus segera diganti, tapi apa daya belum ada dana untuk mengganti, dana yang ada untuk saat ini dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan suamiku saat ini yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit..
terpaksa harus sedia minimal 2 galon setiap harinya dengan pemakaian ala kadarnya...

Persediaan tabungan sudah semakin menipis sementara informasi bea siswa belium begitu jelas rimbanya...
Boleh dikata suami melanjutkan pendidikan dengan modal "nekat", betul-betul mengandalkan beasiswa dan sedikit tabungan yang ada..

Yang mebuat kami betul-betul terpukul, sewaktu keluar pengumuman verifikasi calon penerima bea siswa, nama suamiku dan satu orang temannya tidak tertera..astaghfirullah..
Hanya kami berdua yang tahu perasaan kami saat itu..

tapi kami tidak putus asa..kami tetap berpikir semuanya belum final..ini masih hasil verifikasi, masihada harapan..walaupun harapan itu sangat kecil, jika dipersenkan mungkin hanya sekitar 5%...
Yang kami yakini selama ini, "Rencana Allah pasti indah".
Insya Allah suamiku akan berusaha semaksimal mungkin..

Dengan ujian ini, begitu banyak hikmah yang kami dapatkan..
Kami jadi merasa lebih dekat kepada Maha Pemberi Rezki, kami bisa mengajarkan pada anak-anak untuk meminta kepada Allah, Abdullah yang kelihatan sudah ingin bersekolah, terpaksa kami tunda keinginannya untuk masuk play group tahun ini, kami hanya mengajarkan untuk berdo'a pada Allah, makanya dia jadi sering berdo'a "Ya Allah, berikan rezki, abdullah mau sekolah". Saya sering tersenyum dan terharu mendengarnya. Dalam hati berharap semoga Allah mengabulkan do'anya. Karena kejadian ini, dia juga sudah hapal do'a minta hujan "Allaahumma agitsnaa 3x"

Suatu pagi, seperti biasa saya mengantarkan suamiku sampai ke depan pagar..kami sempat berbincang bahwa tawakkal kita betul-betul diuji..kami masih bisa tersenyum..
Suamiku hanya berkata, "nggak apa-apa, klau tidak lulus kita kembali ke pasir"
Sebenarnya mudah untuk kami jika ingin meminjam dana pada bank konvensional, namun kami tidak ingin melanggar sebuah prinsip hanya karena alasan melanjutkan pendidikan..semoga Allah memberi kekuatan..

Siang harinya, seperti biasa, suamiku pulang untuk makan siang untuk nantinya balik lagi. Dia berucap, " Ummi..ada berita gembira, alhamdulillah saya lulus sebagai penerima bea siswa, keputusan final insya Allah".

Subhanallah..saat itu saya tidak sanggup menahan air mata. Hanya mampu bersujud di hadapan-Nya dan semakin yakin bahwa Dia tidak pernah tidur lagi mendengar do'a hamba-hamba-Nya..

Tidak salah apa yang kami yakini selama ini bahwa rencana allah PASTI indah..


Tulisan ini kusertakan dalam event "Ayo Menulis "Hikmah dibalik susah " "



Rabu, 29 Januari 2014

Iseng-iseng ikutan kontes, alhamdulillah dapet juara III

Kontes blog ini diadakan oleh putri amirilis, iseng-iseng aja ikutan kontesnya yang bertemakan story puding yakni tulisan seputar cerita pernikahan. Akhirnya kuputuskan untuk membuat postingan tentang kisah pernikahan teman suamiku... yang kuberi judul Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)

Secara mengejutkan, kemarin, ada komentar pada postinganku di "Taman Buah Hati" kalau ternyata pengumuman kontesnya sudah ada dan tulisanku terpilih menjadi salah satu pemenang dan berhasil menyabet juara III, pengumumannya lihat di sini

Alhamdulillah.. nggak nyangka, padahal saya hanya ingin ikut berpartisipasi dan tak pernah terbersit sedikitpun klo bakalan jadi pemenang.. mengingat kemampuan menulis yang masih sangat amatiran dan yang lain tulisannya pada bagus-bagus..

Terlepas dari itu, jadi motivasi pribadi untuk lebih semangat dalam menulis dan mulai ketagihan ikut kontes..hihi.. tapi tergantung juga mood dan kesempatan untuk menulis..

Buat mbak Nia dan Putri Amirilis syukron yaaaa.... jazaakunnallaahu khairan



Selasa, 28 Januari 2014

Kejadian tak Terlupakan : Antara Hidup dan mati

Sulit untuk melupakan kejadian itu..
Kejadian yang terjadi 3 tahun yang lalu, saat anak kami Abdullah masih berusia 3 bulan, dan ayahnya yang saat itu masih berada di Kaltim...

Yah, kami berpisah untuk sementara, karena kami memutuskan agar saya melakukan proses kelahiran di Makassar saja agar bisa didampingi orang tua ditambah lagi fasilitas di daerah tempat kami berdomisili waktu itu sangat minim karena letaknya di daerah terpencil.
Tapi alhamdulillah kami masih tetap bisa berkomunikasi melalui telepon genggam..

Sampai suatu ketika saya terserang campak...Komunikasi dengan suami saya pun semakin intens karena kebetulan dia seorang praktisi kesehatan, agar dia bisa memberikan terapi terhadap gejala yang saya keluhkan..
Beberapa hari kondisiku belum juga membaik.. Malah saya merasakan sakit di bagian dada..jika saya berbaring ke arah kiri..

Suamiku menduga kemungkinan ada komplikasi...dia memutuskan untuk ke Makassar, dia berkata "Insya Allah hari Ahad nanti saya pulang"...
Namun takdir berkata lain.. Pada sabtu dini hari, nyeri di dadaku semakin bertambah, bukan hanya di bagian kiri namun juga di bagian kanan...
Hingga tak sanggup lagi untuk berbaring. Nafasku terasa sesak...hingga agak sulit untuk bernafas...

Melalui telepon, suami menganjurkan untuk saya ke puskesmas terdekat.
Ditemani orangtua, mertua, saudara dan iparku, saya menuju puskesmas. Sesampai di sana, diberikan pertolongan pertama untuk selanjutnya dirujuk ke salah satu Rumah Sakit swasta di Makassar...
Kondisiku semakin memburuk, nafasku semakin sesak...
Hingga hampir rasanya tak sanggup lagi untuk bernafas..

Aku dilarikan ke ruang ICU, diiringi isak tangis keluargaku... Iparku tak henti berkomunikasi dengan suamiku, menggambarkan keadaanku....
Yang kupikir hanya satu saat itu, "Yaa Rabb, Inikah saatnya Engkau mengambil nyawaku???" Tak henti kuucapkan syahadat "Laa ilaaha Illallaah"... Hingga akhirnya aku tidak mengingat apa-apa lagi...

Ternyata aku pingsan, saat terbangun, Hidung dan mulutku sudah tertutup alat bantu pernafasan..
Saat itu aku sadar, kondisi kritisku telah berlalu..
Yaa Allah..ternyata Engkau masih memberi kesempatan diriku untuk hidup...
Tubuhku lemas, nafasku masih sesak...
Hanya satu hal yang ada dipikiranku saat itu, "Dimana suamiku?"

Saya dikabarkan kalau beliau sudah dalam perjalanan ke Makassar, saya sudah membayangkan begitu kalutnya dia....
Ya..Allah... Saat itu kehadiran suamiku begitu sangat kurindukan... Walau keluarga mengelilingiku saat itu, perasaanku tetap terasa tidak tenang...
Mataku tak lepas dari jam dinding, dihatiku cuman ada satu pertanyaan saat itu, "Jam berapa sekarang, kenapa dia belum datang?"..
Saat sempat terlelap, begitu bangun yang kutanyakan hanya satu, "Dimana husband-ku?", "Dimana suamiku?"
Duhai..andai kalian tahu perasaanku saat itu...

Terlelap lagi...aku terbangun ketika ada yang membalikkan badanku seraya berucap, "Periksa darah dulu" dengan senyumnya...
Saya spontan berkata dan sempat tersenyum "Alhamdulillah sudah datang"...
Saya merasa lebih tenang saat itu...Ada kekuatan baru untukku, kekuatan untuk bisa kuat dan sembuh...

Walau selanjutnya saya dikatakan saat itu mengalami gagal nafas dan harus mendapatkan bantuan alat pernapasan yang lebih berat...Aku yakin, aku kuat..

Kekuatan lainnya adalah anakku..anakku yang saat itu berusia 3 bulan..yang masih sangat tergantung dengan ASI-nya...
Setiap hari saya berusaha terus memerah ASI, walaupun sedikit..untuk diminumkan pada anakku di rumah...

Hari-hari di ICU, suamiku setia mendampingi, bahkan saya terkadang terharu melihat dia yang hampir dikatakan tak pernah tidur normal karena memang tidak ada fasilitas tidur untuk pendamping pasien..alhasil yang paling bisa tidur dalam keadaan duduk.
Ditambah lagi kondisiku yang masih tidak menentu, terkadang tiba-tiba menggigil..

Saat kami sempat ngobrol, suami bercerita kalau dia betul-betul kalut, satu hal yang menjadi pikirannya saat itu, saat perjalanan antara Tanah Grogot ke Bandara Sepinggan, Balikpapan, "Istriku...bagaimana dengan anakku?? Anakku yang masih kecil, masih berusia 3 bulan??" Dia menangis, sampai-sampai tidak sadar kalau bus-nya ternyata hampir mengalami kecelakaan. Dia baru sadar saat kejadian itu terlewat.

9 hari di ICU, suami miminta kepada pihak Rumah Sakit, untuk saya bisa pulang.... Selanjutnya berobat jalan saja...melihat kondisiku juga yang sudah bisa beradaptasi tanpa bantuan oksigen..
Sepulang di rumah... bertemu anakku tercinta, tak bisa kubendung rasa haruku, melihat dia tersenyum ketika melihatku... Dan alhamdulillah...ASI ku juga masih tetap ada dan bisa kuberikan pada anakku..
Subhanallah..suatu nikmat tak terkira...

Dari kejadian ini, saya menjadi sangat tahu untuk lebih mensyukuri nikmat kesempatan hidup yang Dia berikan, berartinya nafas yang Dia berikan, berartinya suami dan anak-anak serta keluarga dalam hidupku...
Bahwa begitu aku menyayangi dan mencintai mereka...
Bahwa mereka juga sangat menyayangiku...



Tulisan ini saya ikut sertakan pada

GIVEAWAY 10th Years Wedding Anniversary : Moment to Remember

 

Senin, 06 Januari 2014

Berkat eksis dengan internet, ibu rumah tangga juga BISA!

internet-itu-apa-dan-ini-ada-istilah2-internet-by-khari

Internet sebenarnya bukan barang baru untukku, semenjak duduk di bangku SMA lanjut ke perguruan tinggi sudah mengenalnya, tapi hanya sekedar mencari bahan tugas kuliah, ngirim tugas via email, serta browsing tak tentu, itupun dengan porsi yang sangat-sangat terbatas karena harus menyisihkan uang saku yang bisa dikatakan masih ala kadarnya. Jadinya, ke warnet hanya kalau ada keperluan saja. Beda dengan saat ini dimana internet sudah menjadi a part of my life.

Internet adalah teman, teman dalam menjalani aktifitasku sebagai seorang ibu rumah tangga. Rutinitas rumah tangga serasa lebih berwarna di tengah-tengah kesibukan yang cenderung monoton. Tapi bukan berarti saya merasa bosan, because I always love  to be a full time mom…

Yah, setelah menikah, kami (baca:saya dan suami) sudah bulat memutuskan untuk saya tetap berada di rumah menjalankan  kewajiban penuh sebagai isteri sekaligus mendidik dan merawat anak-anak dengan tanganku sendiri. Alangkah bahagianya melihat perkembangan anak-anak yang bisa dikatakan tak terlewatkan, menjadi seorang ibu sekaligus guru buat mereka.

Menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah sebuah pilihan yang tanpa beban, apalagi dengan bergelar “Sarjana Teknik” dimana sudah menjadi paradigma yang menyebar di sebagian besar masyarakat bahwa “kuliah untuk kerja”, sebagian lagi tekadang berkomentar, “Sayangnyaa sekolah tinggi-tinggi tapi akhirnya hanya tinggal di rumah”, serta berbagai komentar-komentar miring lainnya, walau tidak sedikit pula yang salut akan pilihan yang kami ambil.

Kami sudah sangat-sangat tahu jika semua pilihan selalu ada resikonya. Tapi satu hal yang menjadi prinsip kami bahwa pernikahan ibarat sebuah perahu yang mana kami berdua sebagai nahkodanya, ke arah mana kapal hendak dilabuhkan, orang lain boleh memberikan saran tapi tetap keputusan ada di tangan kami berdua sebab kamilah yang akan mempertanggung jawabkan pernikahan ini di hadapan Yang Kuasa di akhirat kelak.

Eh, kok malah curhat sih, jadi sensitif nih ^_^…
Nggak apa-apa lah, sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang meluber di kepala…

Seperti yang kuungkapkan pada awal paragraf kedua tulisan ini bahwa internet layaknya seorang teman. Banyak hal baru yang kudapatkan dengan mengakrabkan diri dengannya. Banyak hal yang berubah, dan satu hal yang kuyakini bahwa eksis dengan internet adalah salah satu sarana untuk merubah paradigma.

Dengan internet, saya yakin ibu rumah tangga tidak harus selalu dipandang sebelah mata. Banyak hal yang bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah. Dan perlahan-lahan sudah mulai kubuktikan… hanya melalui eksis dengan internet.

Eksis dengan internet – Mengenal dunia blogging dan kepenulisan

Semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga selesai dari perguruan tinggi saya sudah “sok” yakin kalau saya itu tidak punya bakat menulis dan tidak suka menulis. Lebih suka diberi seabrek soal matematika dibanding diberi tugas menulis. Karena sudah tak suka jadi tak pernah mencoba.

Hal ini perlahan berubah ketika saya mulai eksis dengan internet, melalui blog dan jejaring sosial facebook, itupun baru setelah menikah karena alhamdulillah sudah ada fasilitas internet pribadi.

Blog-manAwalnya tak sengaja, mampir di sebuah blog yang ternyata milik seseorang teman ketika sedang asyiknya berselancar di dunia maya. Dalam hati sempat berkata, “Wah, keren blognya, gimana ya bisa bikin kayak gitu…??”. Nah, dari sinilah terbersit keinginan untuk membuat sebuah blog.

Akhirnya dengan bermodalkan learning by doing dibantu om google, pada Februari 2010 jadilah sebuah blog yang kuberi judul “Catatan Muslimah” walaupun isinya masih kebanyakan menyalin ulang tulisan orang lain tapi tidak apalah setidaknya sudah berusaha untuk menulis.
Setelahnya bahkan bukan satu blog saja tapi ada 3 blog lainnya yang kukelola saat ini yakni Taman Buah Hati, Dapur Ana dan Lianra Shop.

Titik balik kesukaanku dengan dunia kepenulisan semakin besar pada akhir 2011, saat saya diajak bergabung dengan sebuah group kepenulisan di salah satu jejaring sosial (baca: Facebook) oleh salah seorang senior yang “kutemukan” di dunia maya. Dari sanalah saya belajar, dari sanalah saya berani mencoba untuk menulis.

Memang ada yang berubah, blogku yang selama ini lebih didominasi oleh tulisan orang lain yang kutulis ulang, kini saya mencoba untuk lebih banyak mengisinya dengan buah pikiranku sendiri.
Berikutnya kucoba untuk mengikuti beberapa lomba-lomba menulis di kalangan blogger, dan ada beberapa artikel yang sudah kuikutkan. Dan menjadi sesuatu yang tak terduga bagiku, alhamdulillah diantaranya ada yang bisa kumenangkan.

Mungkin bagi orang yang terbiasa menulis, ini menjadi sesuatu yang biasa tapi bagi saya yang masih sangat…sangat amatiran, ini menjadi suatu hal yang tak terduga. Karena hal ini berarti tulisanku “dihargai” dan yang paling penting bahwa aku ternyata MAMPU untuk menulis.

Eksis dengan internet – Memasak jadi makin Asyik


Nah, satu lagi nih manfaat eksis dengan internet, kegiatan masak-memasak di dapur jadi makin seru. Apalagi semenjak bergabung di salah satu mailing list kuliner, ditambah lagi blog Dapur Ana yang sengaja kubuat untuk publikasi dapurku.

Fullscreen capture 2292012 54415 PM.bmp

Istilahnya citarasa dapur kita bisa dirasakan seantero dunia yang memiliki fasilitas internet. Bukan tidak mungkin ini bisa menjadi cikal bakal berbisnis kuliner di kemudian hari ^_^

Terkadang juga saya mengikuti event memasak yang diikuti oleh para food blogger, tema masakan ditentukan tiap bulannya dan nantinya masing-masing peserta harus menyetor artikel masakannya hingga deadline waktu tertentu.
Seru kannn…masak bareng teman-teman dunia maya yang berada di penjuru nusantara…

Semangat memasak bertambah, suami jadi makiiiiiin sayang..he..

Eksis dengan internet – Senang saat bisa berbagi

Ngeblog pada dasarnya berbagi, berbagi apa yang ada di pikiran kita atau terkadang berbagi bacaan, artikel  yang kiranya bermanfaat untuk orang lain dengan tentunya tetap memperhatikan rambu-rambu dan etika sebagai seorang blogger.

Untuk memberikan pembelajaran dini pada putra-putriku, saya sering membuatkan bahan-bahan pembelajaran untuk mereka, kebanyakan dalam bentuk file PDF, entah itu berupa buku-buku mungilFlash Card berisi bahan belajar Iqrolatinangka dan warna serta do’a sehari-hari.

Sampai suatu waktu, kami berpikir kenapa tidak bahan-bahan belajar itu kami upload ke blog agar para pembaca blog kami bisa mengambil manfaat yang sama sebagaimana manfaat yang benar-benar kami rasakan pada putra-putri kami. Dan kini, semua bahan belajar tersebut bisa diakses pada menu Free Download di Taman Buah Hati.

Senaaang rasanya, saat ada yang berkomentar bahwa apa yang kami suguhkan ternyata juga bermanfaat bagi buah hati mereka. Senang karena bisa berbagi…

Eksis dengan internet – Mencoba berbisnis online

Mendapatkan uang dengan berinternet?? tentu bissa…dan sekarang sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa kita bisa mengais rezeki melalui eksis dengan internet.

Alhamdulillah saya juga sudah mulai menjajal bisnis di dunia maya ini, bisnis berbasis online shop yang sudah kukupas dalam artikel sebelumnya Aku dan Bisnis Online.

Keuntungannya mungkin belum seberapa, namun saya mulai menikmatinya sekaligus membuktikan bahwa ibu rumah tangga juga mampu mendapatkan penghasilan tanpa harus keluar rumah dan tetap mengikuti tumbuh kembang buah hatinya. What a wonderful life…

Eksis dengan internet – Peran penyedia layanan data

Kegiatan berinternet tentu tidak terlepas dari peranan para penyedia layanan data (baca:operator selular) yang juga sudah semakin menjamur. Berbagai tawaran layanan dan harga yang semakin kompetitif , siap untuk memanjakan setiap penggunanya.
Salah satunya adalah AXIS, sebuah perusahaan operator selular yang hingga kini sudah berkembang sedemikian pesat. Jangkauannya sudah mencapai 80% populasi Indonesia, dimana produk dan layanannya tersedia di lebih dari 400 kota. Khusus untuk pengguna internet, tersedia paket menarik Paket Pro Unlimited dan Paket AXIS Eksis, yang bisa dipilih tergantung kebutuhan dan budget tentunya.

Di dunia blogger, ternyata AXIS juga tidak ingin ketinggalan untuk tetap Eksis, salah satunya dengan mengadakan Blog Writing Competition dalam merangkul para blogger.

Banner-AXIS-Clean-Small

Buat para penyedia layanan internet secara umum, termasuk AXIS, semoga terus menelorkan berbagai layanan yang INOVATIF dan JUJUR… teruslah berkompetisi dengan SEHAT agar kami para “penikmat” layanan tersebut bisa terus eksis dengan internet, tentu untuk hal-hal yang postif.

Salam Blogger !

Sumber gambar :

Minggu, 05 Januari 2014

Terima Kasih Astamedia !


Selepas tidur siang tadi sore, saya dikejutkan oleh sebuah sms dari seorang sahabat, isinya :
Assalamu ‘alaikum…ukhtiii..masuk qi’ jadi salah satu pemenang…subhaanallaah..slamat yaa..diriku kapan nie …
Spontan saya deg-degan.. pengumuman apa ya?? Pikiranku langsung mengarah ke Lomba blogger yang diadakan oleh Astamedia Group, apa lagi??
Lomba blogger yang bertemakan bisnis online, dan tulisan yang kuikut sertakan ada di postingan sebelumnya yang berjudul “Aku dan Bisnis Online”

Segera jari-jemariku memainkan ponsel membuka browser dan mengecek akun facebook.. di sana sudah ada beberapa notifikasi diantaranya ada beberapa status &  komentar yang me-mention  diriku. Dan setelah ku klik ternyata di salah satu gorup yang kuikuti sudah ada yang nge-post  link informasi pengumumannya beserta beberapa komentar berisi ucapan selamat di sana…

Tanpa pikir panjang, segera ke TKP...dan ternyata BENAR ada namaku di sana… Alhamdulillaah….
Walaupun tidak menjadi pemenang utama (Juara 1,2 dan 3), bisa tepilih menjadi salah satu pemenang di antara 207 peserta sudah sangat..sangat disyukuri…

Berikut screen shoot pengumumannya yah.. (alhamdulillah dapat posisi 11 ^_^)


Fullscreen capture 262012 80226 PM.bmp  Fullscreen capture 262012 84257 PM.bmp   Fullscreen capture 262012 84638 PM.bmpFullscreen capture 262012 85120 PM.bmp


Awalnya saya sudah sedikit down  melihat peserta lomba yang tidak sedikit jumlahnya, namun pikirku setidaknya tidak kalah sebelum berperang, minimal sudah nyetor tulisan. Prinsipnya, usaha saja dengan maksimal, masalah hasil sudah ada Yang Mengaturnya. Dan hasilnya Alhamdulillah, sesuatu yang tak terduga ^_^

Akhir kata, terima kasih buat Astamedia, terima kasih buat lombanya, serta pengumuman yang sesuai dengan janjinya, yakni tepat pada 6 Februari 2012.
Mudah-mudahan dengan ini semua bisa menjadi motivasi tersendiri bagiku untuk berbuat lebih baik lagi.

Dan buat pemenang lainnya yang terpilih selamat yaaaa, terutama buat pemenang utama…..
Intinya, teruslah menulis..dan menulis…

Keep writing!

Jumat, 03 Januari 2014

Aku Dan Bisnis Online


Semuanya bermula karena kebiasaanku berbelanja online. Mungkin karena saya tipe orang yang malas keluar rumah sehingga berbelanja via online merupakan salah satu solusi untukku. Apalagi saat berdomisili di suatu kabupaten di Kalimantan Timur, minimnya sarana belanja dan kurangnya pilihan barang yang tersedia membuatku sangat tertolong dengan keberadaan online shop.

Online shop memang menawarkan berbagai macam kemudahan. Proses transaksi yang mudah dan bisa dilakukan di mana saja dan dalam kondisi apa saja, selama ada fasilitas internet tentunya.

Kita juga lebih selektif memilih kebutuhan kita dan disesuaikan dengan budget yang ada. Nggak sama kalau jalan ke pusat-pusat perbelanjaan, kadang lain yang diinginkan lain pula yang dibeli, atau hanya satu barang yang menjadi alasan kita untuk berbelanja, tambahannya kadang lebih banyak ^_^

Proses pembayaran juga praktis, tinggal transfer..selesai deh, apalagi kalau melalui fasilitas sms banking, proses pembayaran bisa berlangsung hanya dalam hitungan detik atau menit.
Setelah semua transaksi selesai, tinggal menunggu seseorang yang bakalan teriak di depan rumah “Kirimaaaaan”

Tapi, berbelanja via online shop bukan tanpa resiko. Online shop yang fiktif, barang yang yang datang tidak secantik gambarnya, serta terkadang ada beberapa kendala dalam pengiriman membuat mungkin sebagian orang merasa “trauma” untuk berbelanja online. Tapi tidak denganku, pengalaman-pengalaman tersebut membuat kita lebih berhati-hati memilih ol shop dan tidak membeli barang-barang yang bersiko tinggi kecuali kredibilitas ol shop tersebut betul-betul sudah diakui.

Berbekal dari pengalaman inilah, saya dan adikku (yang juga olshop mania) sepakat membentuk online shop, dan akhirnya pada  bulan Agustus 2011 resmi memulai bisnis ini dan menamakan online shop kami dengan nama Lianra Shop yang untuk sementara memanfaatkan sarana facebook sebagai ajang promosi.

Online shop kami memang usianya baru seumur jagung, mengelolanya pun masih just for fun, tapi ke depan ada keinginan untuk “membesarkannya”. Namun, pengetahuan internet yang masih minim menjadi PR besar untukku saat ini. Bagaimana beriklan dengan jitu via internet serta bagaimana membangun website berbasis online shop untuk selanjutnya dioptimalkan sebagai ajang promosi. Semuanya masih menjadi “tanda tanya “.

Selain online shop, sebenarnya saya sejak dulu sangat tertarik dengan bisnis online yang memanfaatkan sarana blog, istilah orang memonetize blog alias mencari uang lewat blog. 

Awal membuat blog hanya ingin melatih keinginan untuk menulis…namun seiring bertambahnya informasi, ternyata memang ada cara untuk memanfaatkan sarana blog untuk mencari “recehan”. Dan ternyata tidak sedikit blogger yang berhasil mengais rezeki melalui blog.

Setahun lebih ngeblog mungkin bukan waktu yang singkat, namun pengetahuan tentang blog itu sendiri masih sangat..sangat minim. Padahal, masih banyak hal yang pengeeeeen banget kuketahui dan membuatku penasaran. Dan salah satunya ilmu tentang Search Engene Optimimization (SEO). 

Ilmu tentang SEO menurutku sangat-sangat penting, selain untuk meningkatkan traffic pengunjung di blog, juga sebagai cara jitu mempromosikan online shop yang sudah kurintis di atas. Kan keren kalau misalnya blog/website Lianra berada di halaman pertama Google ketika mengetik jenis produk yang kami tawarkan… Aaamiiiiiiiiin.
Nggak apa-apa kan sedikit bermimpi…mimpi yang dibarengi dengan usaha….

Saya sempat berpikir untuk lebih fokus belajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan blog, belajar dengan lebih sistematis. Dan ternyata belum lama ini saya baru tahu bahwa di kota Makassar ku tercinta ini ada sekolah blog yang didirikan oleh Asri Tadda yang bertempat di Jl. Tamalanrea Raya Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Sayangnya, sistem belajarnya masih terbatas dengan cara tatap muka (offline), atau ada yang via online?? (klo ada beri tahu ya ^_^). Karena untuk kondisiku saat ini sebagai ibu rumah tangga mungkin masih sangat sulit untuk belajar secara tatap muka dengan dua kurcaci yang masih kecil-kecil.

Tapi keberadaan sekolah blog ini sudah menjadi angin segar bagi mereka yang ingin lebih serius belajar mengenai dunia blogging.

Salam Blogger!

Rabu, 18 Desember 2013

Disabilitas dan pandangan masyarakat

disabilitas dan pandangan masyarakat

Disabilitas dan pandangan masyarakat, sebuah isu yang menarik.
Beragam pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Ada yang mencemooh atau memandang sebelah mata, malah ada sebagian masyarakat yang menganggap bertemu dengan seseorang yang menyandang disabilitas adalah suatu bentuk kesialan.

Mereka beranggapan kalau bertemu seorang penyandang disabilitas, terutama seorang tunanetra, maka seharian mereka akan ditimpa kesialan. Wal 'iyadzu billah, semoga kita terhindar dari pendapat "nyeleneh" seperti itu.

Tapi tidak sedikit juga loh yang kagum akan sosok penyandang disabilitas, terutama pada mereka yang ternyata mampu berbuat sesuatu yang menurut sebagian orang hanya orang normal saja yang bisa melakukannya.

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat - Sosok yang begitu dekat

Salah satu yang kagum akan mereka -penyandang disabilitas- adalah aku.
Mungkin karena aku kenal dekat dengan seorang penyandang disabilitas, tepatnya tunanetra. Dia adalah tanteku, adik bungsu ibuku yang sejak kecil sudah menderita tunanetra. Disabilitas yang disandangnya bukanlah disabilitas bawaan, dia terlahir ke dunia dalam keadaan normal, namun karena kata nenekku dia menderita penyakit tertentu yang menyebabkan matanya buta.

Sewaktu kecil, saya sering diajak nenek untuk berkunjung ke SLB sekaligus asrama tempat ia menimba ilmu.

Paling suka melihat buku-bukunya dengan tulisan braille, begitu juga sangat suka melihatnya menulis dengan alat khusus. Unik menurutku..

Tanteku adalah sosok wanita yang mandiri, tidak pernah minder dengan kekurangan dirinya, bahkan terkadang kami dibuat malu akan segudang prestasi dimilikinya. Saat sebagian orang sangat ingin bepergian keluar kota, dia sudah mendapat jatah untuk mewakili teman-temannya mengikuti pertandingan tertentu, baik tingkat kabupaten amupun propinsi. Lomba membaca Al-Qur’an, tenis meja dan lainnya…Kalau membaca Al-Qur’an suaranya merduuu sekali.

Satu yang tak pernah kulupa, dia yang mengajariku “kepang seribu”. Lho, apaan tuh? Itu loh bentuk kepangan rambut yang bentuknya seperti ini…
disabilitas dalam pandangan masyarakat
sumber google


Beneran, tiap tanteku itu mengepang rambutnya, saya selalu memperhatikan….hasilnya rapiiiiii banget. Sampai sekarang ilmunya masih kepake’.. ^_^

Satu hal yang tidak pernah berubah sampai sekarang, setiap hari raya, tanteku beserta teman-temannya pasti datang ke rumah, yang semuanya tuna netra…kalau nggak jalan kaki ya naik angkot.. Kalau kita yang normal kebanyakan heran, “Kok, bisa ya??”

Sekarang tanteku sudah menikah dengan penyandang disabilitas yang sama dan memiliki 4 orang anak, alhamdulillah semuanya terlahir normal. Dan hebatnya, mereka hanya berdua dalam mendidik dan merawat anak-anaknya tanpa bantuan seorangpun. Dari memasak, membersihkan rumah dan hal-hal lainnya semua dikerjakannya sendiri.. subhanallah..

Seharusnya kita yang normal merasa malu dengan mereka, satu anak saja terkadang kita mengeluh, apalagi dengan 4 orang anak seperti tanteku.. Bener nggak??

Dan saya sebagai ponakannya sangat bangga memiliki tante seperti beliau walaupun beliau seorang penyandang disabilitas dan pandangan masyarakat yang terkadang negatif pada dirinya.

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat - Buka Mata Hati

Sosok tanteku merupakan satu dari sekian banyak penyandang disabilitas yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Terlalu sombong jika kita merendahkan dan mencemooh mereka apalagi menganggap sial jika bertemu dengan mereka yang menyandang disabilitas.

Padahal, kalau mereka ditanya, tidak akan ada salah satu dari mereka yang meminta dilahirkan seperti itu. Semua atas kehendak Sang Maha Pencipta. Tidak adil?? sama sekali tidak!!!, selalu ada hikmah dibalik segala apa yang diperbuat-Nya.
Oleh karena itu, barang siapa yang menghina fisik mereka, secara tidak langsung menghina Yang Menciptakan mereka bukan??

Mereka juga manusia yang punya hak seperti kita, hak untuk diterima sebagaimana masyarakat pada umumnya.
Kesempurnaan fisik tidak menjamin bahwa kita “lebih” dari mereka. Malah beberapa dari mereka mampu memperlihatkan eksistensi mereka. Bahwa mereka ADA dan mereka juga memiliki kualitas yang sama bahkan lebih dari kita yang memiliki kesempurnaan fisik.

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat - Mereka yang patut diteladani

Saya teringat akan seorang Ulama Besar abad ini Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, yang sejak usia 20 tahun telah kehilangan penglihatannya, namun hal itu tidak membuatnya sedih dan putus asa. Simak perkataannya:
Syukur Alhamdulillah atas musibah yang menimpa diri saya ini. Saya memohon kepada-Nya semoga Dia berkenan menganugrahkan bhashirah (mata hati) kepada saya di dunia dan di akhirat serta balasan yang baik di akhirat seperti yang dijanjikan oleh-Nya melalui Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam atas musibah ini. Saya juga memohon kepadanya keselamatan di dunia dan di akhirat.

Subhanallah….
Walaupun beliau kehilangan penglihatannya, tidak menghentikan beliau menebar ilmu dan hikmah guna melepas dahaga orang-orang yang “haus” akan ilmu…

Hingga kini, karya-karya beliau dalam bentuk tulisan masih tetap ada dan menjadi referensi bagi para penuntut ilmu ad-dien..

Contoh lainnya, seorang penulis lokal yang cukup terkenal saat ini Gol A Gong, penyandang disabilitas yang selama ini ternyata berkarya hanya dengan satu tangan..

Saya juga pernah menonton sebuah tayangan di salah satu televisi swasta tentang figur seorang loper koran yang mandiri. Yang menimbulkan rasa haru karena beliau juga penyandang disabilitas. Sehari-hari menghidupi keluarganya dengan satu kaki.

Pengaruh disabilitas dan pandangan masyarakat tidak membuat mereka patah semangat dalam berkarya dan menjadikan mereka pantas untuk diteladani

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat - Membentuk Komunitas Online


Di dunia maya, mereka pun mampu menunjukkan eksistensinya, salah satunya adalah keberadaan Kartunet. Apa itu kartunet??
Awal mendengar namanya, saya sempat berpikir Kartunet merupakan situs yang berisi kartun-kartun gitu he…

Ternyata tidak!! Kartunet ternyata singkatan dari Karya Tunanetra Community.
Sebuah situs yang diprakarsai oleh sekelompok pemuda tunanetra.

Mereka sadar, perkembangan teknologi sekarang ini yang semakin pesat serta masyarakat yang semakin “melek” dengan internet. Sehingga dengan adanya situs www.kartunet.com, mudah-mudahan bisa menjadi sarana ampuh bagi mereka untuk mengaktualisasi diri, mempublikasikan ide-ide serta karya-karya mereka. Juga sebagai sarana untuk mengangkat isu-isu disabilitas agar masyarakat lebih memahami mereka, mengenal mereka lebih dekat bahwa mereka juga mampu menghasilkan karya…mereka juga mempunyai mimpi-mimpi yang kadang terhambat oleh pandangan negatif sebagian masyarakat.

Salah satu gebrakan yang dibuat oleh komunitas ini dalam mengangkat isu disabilitas yakni dengan menyelenggarakan sebuah kontes blogging semi SEO dengan tema “Disabilitas dan Pandangan Masyarakat”. Dengan adanya kontes ini diharapkan para blogger lebih mengenal dunia disabilitas.

Dan apa yang saya tulis pada blog saya kali ini merupakan wujud partisipasi saya untuk turut menggaungkan isu disabilitas, dengan mengangkat judul yang sama dengan tema yang ditentukan, Disabilitas dan Pandangan Masyarakat.
Setitik namun mudah-mudahan berarti.

Buat kartunet, semoga istiqomah untuk tetap berkarya dalam menunjukkan eksistensi kalian. Semoga tujuan dibentuknya komunitas ini bisa tercapai yakni bersama-sama kita mewujudkan masyarakat inklusi, masyarakat tanpa diskriminasi.

Semoga bermanfaat!

sumber gambar :by google

Minggu, 01 Desember 2013

Story puding : Ketika Cinta Harus Diperjuangkan (True Story)


Tengok event blogQuiz yg diadakan @putriamirilis, ternyata deadline-nya besok..sampai lupa..saya kira masih november mendatang..

Postingan dengan tema story Puding (cerita seputar pernikahan). Namun di sini saya tidak ingin bercerita tentang pernikahan kami. Walau memori indah masa-masa awal pernikahan kami akan selalu menjadi kenangan manis, dan hari ini masih tetap manis..mudah-mudahan ke depan akan lebih manis..:) Amin..Yaa Rabb

Kali ini saya akan bercerita tentang pernikahan kawan kami, yang saya pikir cukup "seru" untuk diceritakan..


Bismillah..

Awalnya, saya tidak pernah berpikir apapun tentang pernikahan mereka. Semuanya terlihat baik-baik saja, mereka terlihat begitu bahagia -karena memang mereka bahagia pada saat itu- tapi ternyata mereka menyimpan suatu cerita di awal kisah cinta mereka...

Sebut saja, si lelaki bernama Yusran, dan si wanita bernama Bunga... (kedua nama disamarkan)

Yusran adalah seorang "ikhwah" (baca: pemuda yang paham agama), bekerja sebagai praktisi kesehatan yang kebetulan pernah bertempat tugas yang sama dengan suamiku bekerja.

Sedangkan Bunga, gadis tamatan SMA, pemahaman agamanya pun biasa-biasa saja, tapi insya Allah termasuk gadis yang baik..

Mereka tidak saling mengenal, Yusran secara tidak sengaja melihat Bunga yang ternyata termasuk keluarga dari seorang ustadz yang cukup dekat dengannya.

Dalam hati, Yusran menyimpan keinginan untuk melamar sang Gadis guna menyempurnakan setengah dari ad-dien ini. Dan niat itu disampaikannya ke Ustadz.... Dan ustadz-lah yang menjadi perantara bagi mereka berdua..

Singkat kata..mereka pun menikah.. Saya pun hadir di pernikahan mereka.
Pernikahannya sederhana dengan tata cara islam (baca: mempelai dan undangan pria dan wanita terpisah).

Hal yang tak terduga, ternyata walaupun kedua orang tuanya menerima lamaran Yusran, ternyata mereka memendam ketidak setujuan terhadap pernikahan keduanya..

Dan menyedihkannya, kedua orang tuanya berniat memisahkan mereka berdua.. setelah mereka sudah diikrarkan sebagai suami istri...dengan alasan mereka tidak terima tata cara pernikahannya yang tidak bersanding.. Ditambah lagi, Bunga mulai sedikit demi sedikit nampak keinginannya menutup auratnya dengan sempurna.

Sang orangtua khawatir, Bunga akan terpengaruh pada suaminya. Mungkin mereka berprasangka Yusran memiliki pemahaman sesat.. (padahal kami tahu sekali Yusron sangat jauh dari hal itu)..
Yang jadi pertanyaan, "Kenapa tidak dari dulu mereka menolaknya???". Pertanyaan yang sama yang Bunga lontarkan kepada orang tuanya saat itu..

Yusran pun di usir dari rumah mertua, meninggalkan isterinya yang baru saja dinikahinya.. Padahal seharusnya mereka merasakan "honey moon" seperti umumnya pengantin baru...
Tapi qadarullah, kesabaran Yusran diuji. Dia hanya bisa mengatakan kepada mertuanya, "Apa salah saya??"

Akhirnya Yusran meninggalkan rumah itu, Bunga juga tidak bisa melakukan apa-apa...
Sampai pada saat klimaks, mereka berdua disuruh bercerai, namun Alhamdulillah, pada saat proses mediasi di pengadilan, terbukti bahwa mereka berdua tidak memiliki keinginan untuk berpisah.
Yusran hanya berkata, "Saya mencintai istri saya, apa salah saya??"

Dua kali proses pengadilan, belum ada titik temu...
Yusron pun masih teguh pendiriannya untuk mempertahankan bunga sebagai istrinya...

Hal itu juga sebenarnya yang menjadikan Bunga luluh.
Saya teringat waktu dia bercerita kepadaku, "Awalnya sebenarnya saya pasrah pada orang tua, mengingat mama sempat sakit, saya bilang "Ya Sudahlah". Dalam hati saya juga berkata kami kan memang belum saling mengenal, jadi belum cinta"... Saya memperhatikan dia bercerita dengan serius.

"Tapi, karena melihat keteguhannya untuk mempertahankan saya. Padahal saya pikir toh masih ada wanita lain, tapi kenapa dia begitu teguh pendiriannya mempertahankan saya. Dari situlah ada "rasa"...." lanjutnya..

Saya tersenyum mendengarnya...subhanallah...Allah telah menghadirkan kasih sayang di antara keduanya.

Alhamdulillah, ada seorang tante dari pihak Bunga yang menyetujui pernikahan keduanya, dan menginginkan mereka tetap bersatu.
Melalui perantara dialah mereka berdua bisa berkomunikasi..

Sampai suatu saat, Yusron mengambil keputusan nekat untuk "menculik" isterinya.. (seru bukan.. suami menculik isterinya sendiri)..

Akhirnya rencana disusun, mereka janjian untuk bertemu di wartel terdekat.
Bunga juga "terpaksa" melepaskan jilbabnya (memang pada saat itu istilahnya masih "bongkar pasang").
Karena kalau pakai jilbab, ketahuan kalau dia mau kemana-mana..

Mereka bertemu, dan jadilah Yusran berhasil "menculik" isterinya dengan bermodal motor pinjaman (karena memang waktu itu beliau belum punya motor)

Yusron membawa isterinya ke rumah teman sesama staff di tempatnya bertugas.. Disana Bunga diberi jilbab dan mereka berdua dikurung di kamar. Sampai-sampai diberi makan lewat jendela .. (seru ya!!)

Hp Bunga dimatikan, orang tua Bunga bingung mencari putrinya..
Sampai-sampai mendatangi rumah ustadz yang menjadi perantara pernikahan dulu, sambil memohon-mohon agar putrinya dikembalikan.
Padahal, ustadz sendiri tak tahu apa-apa (karena memang tidak diberi tahu)...

Beberapa hari kemudian, Bunga mengaktifkan hp-nya, serentetan pesan sudah memenuhi inbox-nya.
Akhirnya Bunga berkomunikasi dengan orang tuanya dan berjanji akan pulang tapi dengan syarat mereka berdua tidak dipisahkan lagi..

End of story :

Mereka akhirnya bisa diterima sebagai sepasang suami isteri, orang tua Bunga sudah tidak mau mengungkit kejadian yang lalu.

Mereka kini dikaruniai seorang anak perempuan lucu dan aktif.

Oh iya, ingat motor pinjaman tadi??
Akhirnya, motor tersebut berhasil dibeli oleh Yusron (pemiliknya ingin melanjutkan pendidikan) dengan hasil keringatnya sendiri, sebagai saksi bisu "drama penculikan isterinya" untuk memperjuangkan cinta mereka..

Alhamdulillah, Bunga juga sekarang mulai menutup auratnya, sedikit demi sedikit mendekati sempurna.
Yusran akhirnya bisa memperlihatkan bahwa insya Allah, dia adalah lelaki yang pantas mendampingi Bunga,,

Subhanallah...

Saya hanya bisa berkata, seperti cerita sinetron, tapi walaupun disinetronkan akan menjadi cerita yang membosankan dan biasa-biasa saja.
Namun karena ini adalah Kisah Nyata (true story), menjadikan kisah ini menjadi luaarrr biasa.....

Ada pertanyaan di awal kisah tadi "Kenapa tidak dari dulu??". Itu karena rencana Allah mempertemukan mereka.  Jodoh ada di tangannya. Selalu ada hikmah dibaliknya. Dan yang paling tahu tentang hkmahnya, tentu mereka berdua .

Hikmah yang dapat kupetik dari kisah ini :
  • Rencana Allah pasti indah
  • Allah ingin melihat sampai di mana usaha kita, Yusran memperjuangkan cinta yang halal baginya
  • Inna ma'al Usri Yusraa  (setelah kesulitan PASTI ada kemudahan)
  • Menikah tanpa pacaran.. Why not??
Bagaimana dengan anda??





Kisah ini diikutsertakan pada "A Story Pudding For Wedding" yang diselenggarakan oleh Puteri Amirillis dan Nia Angga