Tampilkan postingan dengan label ASI dan menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI dan menyusui. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Jangan menyerah untuk memberi ASI


Pada artikel sebelumnya, kami sudah menampilkan apa kira-kira faktor penyebab ketidakinginan bayi yang baru lahir tidak ingin menyusu pada ibunya.

Pada beberapa kasus, pada saat hal ini "terlanjur" terjadi... yakni si bayi "terlanjur" tidak ingin menyusu pada ibunya, banyak ibu yang langsung pasrah, menyerah dan langsung berkesimpulan kalau bayinya tidak mau menyusu, bayinya nggak suka ASI-nya.. dan kesimpulan-kesimpulan lainnya.
Padahal ternyata tidak MUTLAK seperti itu.. 

Masih ingat pada postingan yang lalu, kami mengangkat kasus adik kami sendiri yang mengalami hal yang sama.. Awalnya sang bayi saaaaangat tidak mau menyusu dengan ibunya. Namun ibunya tidak menyerah, walaupun setiap menyusui...setiap itu pula sang bayi menangis. Kami orang-orang di sekitarnya juga terus menyemangati untuk tetap memberi ASI.

Alhamdulillah, usaha membuahkan hasil.. sang bayi yang awalnya menolak, perlahan-lahan mulai menyusu walau kadang masih diselingi dengan susu botol. Akhirnya, sekarang sang bayi TOTAL menyusu pada ibunya, malah sekarang dia sudah merasa "aneh" jika diberikan ASI lewat susu botol...
Awalnya, hanya ingin menyusu pada bagian kiri, akhirnya sudah bisa menyusu pada keduanya..

Kesimpulan yang bisa saya ambil pada kasus ini bahwa kita JANGAN PERNAH MENYERAH pada saat bayi kita menolak untuk menyusu karena ternyata BISA, Insya Allah., 
Meskipun kami hanya menampilkan satu kasus pada postingan ini, namun bisa menjadi motivasi tersendiri untuk tetap berusaha menyusui.. Seperti kata sebuah iklan politik ...There is a will there is a way..

Adalah hal yang sang sangat merugi jika kita melewatkan kesempatan untuk memberi ASI secara langsung pada buah hati kita..  Begitu baaaaanyak manfaat ASI yang sulit tergantikan oleh apapun..
Mengenai beberapa manfaat ASI, sudah saya sajikan pada postingan yang lalu.

Untuk sang ibu, tetap semangat untuk tetap memberikan ASI maksimal hingga masa penyapihan. Terutama jangan pernah melewatkan kesempatan untuk memberikan ASI eksklusif pada si kecil.
Untuk ibu pekerja, saat ini begitu banyak solusi untuk tetap memberi ASI.. 

Semoga bermanfaat!



Sabtu, 22 Februari 2014

IMD, Rooming in dan Co-Sleeping

1. IMD (Inisiasi Menyusui Dini)

IMD memberikan kesempatan kepada bayi untuk mengasah refleks isapnya sesaat setelah dilahirkan. Selain itu, saat bayi yang baru lahir diletakkan di dada ibu dan dibiarkan merayap menemukan puting susu ibu, proses ini memberinya kesempatan untuk terpajan kuman  di kulit ibu.

Oleh karenanya, penelitian terbaru mengatakan, bayi harus diletakkan di dada ibu minimal selama satu jam. Apalagi, butuh waktu beberapa menit hingga satu jam sampai bayi menemukan puting dan berhasil menyusu.

IMD harus dilakukan langsung sebelum bayi ditimbang, diukur, atau dibersihkan kecuali tangannya. Manfaatnya, bayi akan merasakan langsung skin to skin contact deng ibunya, sehingga ia akan merasa lebih lekat. Hubungan secara emosionalpun terjalin dengan erat.

IMD-pun memberikan latihan pertama pada bayi bagaimana ia berusaha mendapatkan apa yang ia butuhkan dengan instingnya. Hal ini kelak membuatnya lebih tangguh dan cerdas.

Untuk bisa melakukan IMD, pilihlah dokter atau rumah sakit yang mendukung program ini. Informasikan ke dokter maupun bidan yang akan menolong persalinan jika kita akan melakukan IMD.

2. Rooming in

Rooming in atau rawat gabung yakni ibu dan bayinya dirawat dalam satu ruangan dengan tempat tidur yang berbeda namun berdekatan.

Manfaatnya sangat banyak, diantaranya : bayi lebih mudah mendapatkan kolustrum yang diproduksi payudara ibu semenjak hari pertama sampai maksimal 3-4 hari yang membuat kekebalan bayi lebih kuat.

Selain itu, dengan rawat gabung, bayi akan mendapatkan ketenangan, aman dan nyaman bersama ibunya. Sedangkan pada ibu, merasa lekat dan bahagia, sehingga hormon otitoksin dapat mengalirkan ASI lebih banyak.

Sebelum persalinan, bahkan kehamilan, carilah dokter atau rumah sakit yang mendukung dan memiliki fasilitas rooming in, tetapi kita juga harus memahami jika si bayi sakit atau bayi memliki berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gr) atau justru lebih berat berlebih (di atas 4 kg), maka tak diperkenankan dirawat bersama ibunya karena si kecil membutuhkan perawatan yang intensif.

4. Co-Sleeping

Co-sleeping adalah tidur di dekat bayi, di ranjang yang sama dengan kita atau di boks bayi khusus untuk ibu dan bayi berdua. Tujuannya supaya kita dapat melekat dengan bayi di atas tempat tidur, sehingga bayi merasa aman, nyaman dan terlindungi, serta mudah mendapatkan apa yang diinginkan (ASI, belaian, dekapan). sehingga ia kan lebih mudah tidur.

Informasi di atas mungkin lebih bersifat definitif, namun perlu diketahui sebagai persiapan untuk pasca persalinan. Tentunya dalam mendukung ASI eksklusif.

Semoga bermanfaat !

Sabtu, 15 Februari 2014

Beratnya menyapih si kecil

asi
Keputusan untuk menyapih si kecil adalah salah satu yang sangat berat bagi sebagian besar para ibu menyusui, setidaknya itu yang kurasakan sewaktu mememutuskan untuk menyapih si sulung..

Masa ideal untuk menyapih si kecil idealnya saat si kecil berusia kurang lebih 2 tahun. Dalam hal ini, kami ingin berbagi tips seputar pangalaman kami dalam menyapih si kecil.. Just sharing..

Dalam menyapih si kecil ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan :

Menyapih secara perlahan

Jika kita memutuskan untuk menyapih si kecil,lakukan secara perlahan. Jika kita melakukannya secara mendadak, si kecil akan mungkin merasa bingung atau tertekan akibat berkurangnya kedekatan hubungan secara mendadak dari yang biasa ia terima sehari-hari.

Komitmen

Hal ini juga merupakan point yang sangat penting. Jika kita sudah bertekad untuk mulai menyapih, jangan mundur ke belakang. Maksudnya..jangan hentikan di tengah jalan hanya karena mendapatkan respon negatif si kecil,. Oleh karena itu, jangan memulai menyapih jika kita tidak betul-betul siap, persiapan mental sangat dibutuhkan di sini..

Belajar untuk “tega”

Yah..mungkin itu istilah kasarnya.. karena manakala kita menyapih si kecil, kita “pasti” akan mendapatkan respon negatif. Entah itu tangisan, luapan kemarahan, atau bahkan ada yang sampai anaknya demam..

Karena si kecil, akan berusaha untuk mendapatkan keinginannya..semampu yang dia bisa.. namun begitu, kita harus kuat. Sungguh berat memang..saya masih mengingat bagaimana beratnya untuk “tega”. Ingin rasanya menitikkan air mata melihat respon si kecil pada saat itu, sedih..sangat sedih… namun saya berpikir “Saya harus kuat”.. saya tidak ingin perjuanganku sampai saat ini sia-sia.. Akhirnya.. alhamdulillah..menuai hasil.

Dan banyak ibu yang tidak berhasil karena alasan “tidak tega”. Hingga akhirnya, sang anak menyusu hingga usia yang menurutku sudah ti dak pantas. Misal, sampai usia sekolah masih menyusu pada ibunya.

Pilih waktu yang tepat

Jangan menyapih pada saat anak sedang mengalami peristiwa yang dapat membuatnya tegang, misalnya baru memiliki adek baru, Usahakan menyapihnya tidak di waktu malam, karena terkadang kita merasa tidak enak mengganggu tetangga lain yang sedang terlelap

Jangan Berbohong

Nah, hal ini seingatlu paling banyak dilakukan sebagian besar ibu, payudaranya diberi balsem lah, atau hal-hal menjijikkan lainnya hanya agar si anak tidak ingin lagi (takut) menyusu pada payudaranya. Menurutku, ini hal yang tidak benar, hal ini sama dengan mengajarkan anak berbohong. Lakukan penyapihan sambil menjelaskan kepadanya mengapa dia disapih. Biarkan dia mengerti bahwa ada saatnya dia berhenti menyusu dan inilah saatnya.. Insya Allah, si kecil itu makhluk yang cerdas.. Dan alhamdulillah, ini yang saya terapkan, hal yang prinsip bahwa jangan melakukan sesuatu berlandaskan kebohongan bahkan untuk sesuatu yang menurut kita “sepele”

Berikan alternatif

Misalnya sebelum tidur berikan susu terlebih dahulu.. untuk mengganti kebiasaan menyusuinya sebelum tidur. Tapi, kata seorang ibu yang juga praktisi kesehatan gigi.. minum susunya sebelum sikat gigi sebelum tidur..

Semoga bermanfaat!

Rabu, 12 Februari 2014

Bayiku kok nggak mau menyusu?

asi
Dulu..ada seorang ibu yang menceritakan kepada saya kalau anaknya tidak mau menyusu semenjak anaknya lahir, dalam hati saya berkata koq ada ya.. bayi yang nggak mau menyusu dengan ibunya karena sepanjang yang saya tahu dan sepanjang pengalaman saya malah kedua anakku malah sangat menyukai ASI-nya…

Namun, sekarang saya semakin yakin karena ini terjadi pada adik saya sendiri, Alhamdulillah baru-baru ini habis melahirkan bayi perempuan.. dan kejadiannya sama.. dia nggak suka menyusu dengan ibunya.. setiap menyusu pasti diawali dengan tangisan si kecil. Akhirnya sekarang si kecil malah lebih “nyaman” dengan susu botolnya.

Saya tergerak untuk mencari tahu, ada apa sih? apa yang menyebabkan seorang bayi menolak untuk menyusu dengan ibunya sementara begitu banyak bayi yang begitu “mengidolakan” susu ibunya bahkan sangat susah meyapih “ASI”, begitu banyak cerita ibu-ibu menyusui yang tidak “tega” untuk menyapih sang bayi.. Dan yang saya ketahui, fitrahnya si bayi akan suka dengan susu dan menyusu dengan ibunya..

Untuk kasus adik saya, sebenarnya hal ini bukan terletak pada “rasa” ASI-nya karena pada saat ASI-nya diperah ke dalam botol susu, sang bayi tetap suka. Jadi, letaknya pada payudara ibunya. Sang bayi lebih menyukai “dot”nya dibandingkan payudara ibunya.

Ada sebuah buku yang yang berhubungan dengan hal ini yakni “The Ultimate Breastfeeding Book of Answers” edisi terjemahannya dan ada beberapa kesimpulan yang bisa saya tarik didalamnya. Ketidakinginan si bayi menyusui pada saat baru dilahirkan kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

1. Bayi tidak diletakkan pada payudara ibunya lebih cepat
Inisiasi dini, hal yang penting dilakukan pada awal-awal setelah melahirkan, membiarkan si kecil mencari sendiri payudara dan menempelkan mulut setelah dilahirkan akan menjadi awal pengenalan si kecil dengan payudara ibunya. Bayi yang diambil beberapa jam setelah melahirkan “mungkin” akan menyebabkan ia menolak payudara, walaupun mungkin begitu banyak ibu yang tidak melakukan inisiasi dini ternyata bayinya tetap ingin menyusui, tapi tetap harus diperhatikan karena ternyata satu dari sekian banyak yang ingin menyusu ternyata ada yang menolak untuk menyusu, jika ternyata ini yang menjadi penyebabnya tentu akan membuat kita sangat menyesal karena tidak melakukannya. Mungkin pada masa-masa awal setelah melahirkan, produksi susu ibunya masih sangat sedikit, minimal si kecil dapat mencicipi “kolustrum” yang ternyata sangat bermanfaat bagi si kecil. Setidaknya mencoba inisiasi dini lebih baik daripada tidak sama sekali.

2. Pemisahan bayi dari ibunya
Bayi belajar minum ASI dalam proses menyusui. Oleh karenanya, mereka harus diberi kesempatan pada setiap kesempatan yang ada untuk minum ASI pada payudara dalam beberapa hari pertama karena hal ini juga akan merangsang produksi ASInya.

Beberapa rumah sakit mungkin masih ada yang menerapkan seperti ini, dan dulunya masih banyak yang seperti ini. Ibuku juga biasa bercerita, dulunya ibu dan bayi dipisahkan pada saat-saat awal setelah melahirkan. Kebanyakan alasan mengapa bayi dan ibunya dipisahkan agar ibu dapat beristirahat dan kembali sehat setelah melahirkan. Namun ternyata justru sebagian besar ibu lebih nyaman jika ia bersama bayinya. Sebagian besar ibu juga telah menunggu-nunggu bayinya selama berbulan-bulan, apalagi kalau anak pertama ^^.

3. Penggunaan puting tiruan lebih awal
Sebaiknya hanya dalam keadaan genting puting tiruan diberikan, jika makanan tambahan betul-betul dibutuhkan misalnya pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Sayangnya, banyak bayi yang deberi botol susu formula atau air glukosa pada hari-hari pertama lahir yang “bisa jadi” hal inilah yang menjadi awal bayi menolak payudara.

Pemberian botol susu sejak dini bisa saja menyebabkan sang bayi akan lebih suka kepada botol susunya dibandingkan payudara ibunya karen mungkin berpikir “inilah” yang memberinya susu terakhir kalinya. Ditambah lagi pada saat menyusui  terjadi situasi yang buruk, akhirnya bayi diberi botol lagi, tidak lama dia akan semakin yakin bahwa air susu keluar dari puting tiruan bukan dari payudara.

Mungkin itu sebabnya, sebagian praktisi kesehatan menganjurkan untuk memberi hal diluar ASI bukan dengan susu botol tapi dengan menyendokinya. Dan ternyata, menurut informasi yang saya baca, masih lebih baik memberinya glukosa (lebih baik lagi air madu) ketimbang memberinya dengan susu formula. Karena hal inilah yang ditakutkan, bayi lebih menyukai dot pada botol susunya dibandingkan payudara ibunya. Dan lebih menyukai susu formula dibandingkan susu ibunya.

4. Masalah puting pada payudara
Hal ini juga sering menjadi sebab ketidakinginan sang bayi dalam menyusu, puting rata atau masuk ke dalam, oleh karena itu untuk mencegahnya sebaiknya sebelum melahirkan hal ini patut diperhatikan yakni salah satunya dengan menarik-nariknya atau dengan bantuan suami (bukan bermaksud pornografi ya..^ ^). Saat ini ternyata sudah ada alat yang bisa digunakan untuk mengeluarkan puting yakni “ekstraktor” puting. Jadi, ini sudah tidak menjadi masalah pada saat proses menyusui.

Mungkin hal di atas bisa menjadi penyebab, bayi yang baru dilahirkan menolak payudara.. meskipun mungkin masih banyak hal-hal lain yang mungkin lebih bersifat medis.

Oleh karena itu, sebenarnya diperlukan kerjasama yang baik antara calon ibu, praktisi medis dan lingkungan keluarga agar si ibu dapat berhasil menyusui sang bayi. Karena ASI merupakan anugerah yang sangat besar yang diberikan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala yang tak akan bisa tergantikan oleh apapun..dan tentunya sangat bisa dirasakan oleh ibu-ibu yang berhasil menyusui..

Senin, 11 November 2013

Pentingnya Asi

    Buat "new mom" atau "calon "new mom" deh..agar lebih bersemangat untuk memberikan ASI pada awal-awal kelahiran dan terus melanjutkan ASI eksklusifnya hingga 6 bulan...Nih, simak beberapa keuntungan ASI buat ibu dan baby-nya..
     
    Bagi ibu :
  1. Dapat menunda kehamilan...jadi bisa dibilang ini KB alami. Pada umumnya, para ibu yang memberi ASI eksklusif dapat menunda kehamilan mereka hingga kurang lebih 15 bulan. Tapi tidak semua ibu loh..karena ada juga yang walaupun dia menyusui secara eksklusif ternyata tidak terlalu mempengaruhi  siklus haidhnya. Bahkan ada yang sebulan atau seminggu setelah nifas, jadwal haidhnya kembali teratur...
  2. Terhindar dari kanker payudara. Dengan memberi ASI, para ibu dapat menjaga kekebalan tubuhnya dari penyakit. Pada kenyataannya, sangat sedikit ibu menyusui yang terkena kanker payudara
  3. Rahim lebih mudah kembali ke bentuk semula, sehingga bentuk tubuh kembali seperti semula.
  4. Lebih mudah dalam menyediakan makanan bayi. Tidak repot...Hal ini sangat terasa jika si bayi bangun tengah malam lalu minta "nenen". Akan sangat terasa repotnya jika kita mesti menyediakan dalam bentuk susu formula .
  5. Jaminan tidak akan habis, walaupun para ibu menyusui anaknya terus menerus, insya Allah si ibu tidak perlu khawatir akan kehabisan produksi ASI. Tentunya si ibu juga harus memperhatikan "intek"nya untuk lebih menambah kuantitas produksi ASInya..
  6. Bernilai ekonomis
  7. Memperkuat nilai emosional antara ibu dan anak. Melalui pemberian ASI, seorang anak akan merasakan kehangatan kasih sayang seorang ibu yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun.

  8. Bagi bayi :
  9. ASI mengandung gizi sempurna dan merupakan makanan yang sesuai bagi bayi
  10. Kaya akan kandungan antibiotika alami
  11. Mudah dicerna dan diserap dalam tubuh bayi
  12. Dapat melindungi bayi dari alergi, kurang darah, kelebihan berat badan, dan lainnya.. 

    Nah..buat para ibu.. Berpikirlah 1000 kali untuk menggantikan ASI , yang merupakan anugrah tak ternilai yang diberikan oleh Allah subhaanahu wa ta'ala kepada para ibu.., dengan susu formula misalnya.. hanya dengan alasan pekerjaan, karena ternyata ada beberapa orang ibu pekerja yang ternyata mampu memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan awal kelahirannya..dan melanjutkan hingga masa penyapihan pada usia 2 tahun.
    Hal di atas hanya merupakan sebagian kecil dari hikmah penganjuran ASI bagi para ibu..

    sumber gambar : http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:yecog0ZX2Wt_WM