Tampilkan postingan dengan label Yang Perlu Diketahui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yang Perlu Diketahui. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2019

Si Kelor yang Kaya Manfaat




Untuk kami di sulawesi, khususnya saya yang berdomisli di Makassar, sayur ini sudah tidak asing lagi. Sayur yang memiliki rasa khas. Walau dimasak sesederhana apapun tetap enak, menurut saya dan tentunya diamini oleh para penikmat sayur daun kelor ini.

Yup daun kelor. Sayur yang malah menjadi buah bibir belakangan ini, setidaknya di medsos, bahwa sayur ini ternyata memiliki banyak manfaat, seperti yang saya kutip dari Wikipedia di bawah ini :

“Penelitian terhadap manfaat tanaman mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jerman, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan. Di kawasan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.
Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk mengkonsumsi daun kelor.

 Perbandingan gram, daun kelor mengandung:7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang

Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.
Dari hasil analisis kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. "
Waaah…keren,keren,keren.





Selama ini saya hanya mengenal daun kelor sebagai sayur favorit yang tidak bosan untuk dikonsumsi. Dibuat sayur bening biasa, atau dicampur dengan jantung  pisang. Hmmm…how delicious. Ada juga yang mengkonsumsinya dalam bentuk jus. Kalau saya masih belum sanggup. Hiks. Bukan hanya daunnya yang sering dibuat sayur tapi juga buahnya.

Di beberapa tempat malah daun kelor ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena digunakan untuk memandikan jenazah atau keyakinan mistis lainnya yakni dipercaya sebagai peluntur susuk. Termasuk di daerah Kalimantan, tempat saya dan keluarga berdomisili saat ini, daun kelor masih dianggap aneh untuk dikonsumsi. Yang mengkonsumsi rata-rata pendatang, apalagi dari Sulawesi seperti saya ^_^

Setelah mencari informasi tentang daun kelor, ternyata sebagian orang sering memperbandingkan daun kelor dengan daun bidara. Bentuknya memang mirip. Hanya saja daun kelor ukuran daunnya lebih kecil dibanding bidara. Bentuk pohon bidara juga sangat rimbun dan melebar sedangkan pohon kelor menjulang ke atas. Perbedaannya lagi, daun bidara daunnya berduri, hati-hati memegang pohon bidara nanti ketusuk.  Dari sisi buah juga beda banget, buah kelor memangjang sedangkan buah bidara bulat-bulat gitu. Yang pasti, persamaan keduanya yakni keduanya tumbuh di samping rumahku hehe…

Daun Bidara dan buahnya

Daun Kelor dan buahnya


Menanam pohon kelor juga sangat mudah, cukup menancapkan batang besarnya, dan rutin menyiram insya Allah tumbuh. Dan menurut info dari Wikipedia di atas, pohon kelor termasuk ‘bandel’ yang sanggup hidup di daerah kering.

Daun kelor bagi saya memang sangat enak untuk dikonsumsi, hanya saja mengerjakannya membutuhkan ekstra kesabaran. Kata suami saya “lama kerjanya, cepat habisnya kalau dimakan” ^_^

Gimana dengan kamu, pernah mengkonsumsi daun kelor ini?

Jumat, 14 Maret 2014

Bayi Juga Bisa Stress??

Stress pada bayi lebih condong sebagai respon ketidaknyamanan yang dialaminya secara berkepanjangan, yang tidak lekas ditangani. Biasanya penyebab bayi stress dimulai dari hal yang sederhana, antara lain:
  • Kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Saat bayi lapar atau haus, orang tua ataupun pengasuh tidak segera memberi minuman atau makanan. 
  • Diabaikan. Bayi menangis dalam waktu yang lama dan tidak mendapat respon dari orang tua/pengasuh.
  • Rasa sakit dan tidak nyaman. Bayi tidak dapat mengatakan pada bagian mana dia merasakan sakit atau tidak nyaman. Bila orang tua/pengasuh tidak bisa mengenali sumber penyakit itu maka bayi bisa stress.
  • Ayah dan ibu bertengkar. Bayi bisa sangat peka dengan kondisi emosi orang tuanya. Dia bisa merasakan situasi tegang dari ekspresi wajah dan nada bicara yang tinggi dan keras.
  • Tertular ibu. Ibu stress bisa menyebabkan bayi tertular stress juga, karena cara menangani bayi akan menjadi tidak tenang. Bayi bisa merasakan tekanan otot saat digendong dan nada suara ibunya.
  • Sering pindah rumah. Menyebabkan anak tidak memiliki "home base" yang memberi rasa aman dan nyaman. Meski bayi tetap dalam pengasuhan ibunya, ibu yang tidak mudah beradaptasi dapat mempengaruhi  pengasuhannya pada bayi.
  • Berganti-ganti pengasuh dalam waktu singkat, menyebabkan sering terjadi perubahan cara mengasuh. Akibatnya, bayi menarik perhatian dengan cara negatif, misalnya dengan mudah rewel atau mudah marah.
Tanda bayi stress
  • Rewel dan menangis. Menangis adalah tanda yang paling mudah dikenali bila bayi sedang stress. Semakin keras dan lama tangisannya, menandakan bayi semakin stress.
  • Murung. Jika biasanya ceria dan lincah, kini dia murung, bahkan saat diajak bermain sekalipun.
  • Tidur gelisah. Perlu diwaspadai bila bayi kerap tidur gelisah. Terlebih bila bukan karena popoknya basah, haus atau lapar.
  • Perubahan kondisi fisik. Stress bisa menyebabkan bayi sulit makan sehingga berat badannya berkurang. Selain itu stress bisa menyerang organ yang paling lemah, misalnya kulit. Tanpa pemicu alergi, kulit bayipun bisa menunjukkan gejala alergi karena stress.
Cara menanganinya

Jika si kecil mengalami stres, yang bisa ibu lakukan antara lain:
  • Penuhi kebutuhan dasarnya. Misalnya makan, minum dan kasih sayang. Kebutuhan dasar terpenuhi membuat bayi merasa tenang dan aman.
  • Perdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an (murottal). Kalau orang memilih memperdengarkan lantunan musik, misalnya musik klasik pada bayinya, saya lebih memilih memperdengarkan ayat suci Al-Qur'an. Insya Allah membuat kita dan si bayi akan menjadi tenang.
  • Pijat bayi. Hal ini dapat mereduksi stress. Lakukan pijatan pada punggung, perut, lengan, kaki dan wajah bayi, dengan perlahan dan lembut.
  • Tunjukkan kasih sayang. Orang tua sering kali lupa menimang, bercanda dan berkomunikasi dengan bayinya, sehingga bayi menunjukkan perilaku rewel dan stres. Saat orang tua mulai membaca adanya gejala stres pada bayi, mulailah terlebih dahulu memberikan sentuhan, ciuman atau candaan.

Warning!
Yang mesti dihindari :
  1. Panik! Semakin ibu panik, bayi akan menjadi lebih stres dan tidak nyaman karena ia bisa merasakan kepanikan tersebut.
  2. Saling menyalahkan. Kebanyakan orang tua cenderung mencari tahu apa penyebab stres pada bayinya dan kemudian saling menyalahkan. Kondisi ini akan semakin memperburuk keadaan.

Sumber: "Mom&Kiddie" Edisi 18 Thn.IV
sumber gambar : http://ekryme.blogmalhikdua.com/files/2009/04/bayi-sedih.jpg

Kamis, 13 Februari 2014

Kemampuan Sensorik Awal Si Kecil

30012009067
Kemampuan sensorik telah ada sejak lahir dan akan terus berkembang dengan pesat pada bulan-bulan berikutnya. Kemampuan sensorik ini bisa menjadi alat ukur perkembangan fisik bayi pada tahap awal. Cermati kemampuan sensorik bayi anda karena kelak akan mempengaruhi tahapan tumbuh kembang selanjutnya.

Berikut beberapa kemampuan sensorik awal yang dimiliki oleh bayi di awal kehidupannya :

Sentuhan atau indra peraba

Sentuhan merupakan indra pertama yang berkembang dan untuk beberapa bulan pertama merupakan sistem sensor yang paling matang. Pada minggu ke 32 dari kehamilan, seluruh bagian tubuh seorang bayi sangat sensitif terhadap sentuhan dan sentuhan ini akan semakin meningkat selama lima hari pertama kehidupannya.

Sentuhan juga merupakan kemampuan sensoris pertama yang dapat dilihat dan dirasakan. Itu sebabnya ketika pertama kali dilahirkan, bayi langsung menangis karena merasakan sentuhan berupa himpitan yang menekan tubuhnya saat melalui jalan lahir yang sempit.

Adanya stimulasi pada alat perabaan berupa sentuhan dapat dikomunikaskan oleh bayi melalui ekspresi wajahnya. Tangisan bayi itu juga merupakan alat komunikasi antara ibu dan bayinya. Umumnya bayi akan cenderung rewel karena merasa tidak nyaman. Namun, ketika ia mulai didekatkan kepada ibunya, iapun kembali tenang/diam sebagai ungkapan rasa nyaman.

Penciuman dan Pengecapan

Indra penciuman dan pengecapan ini mulai berkembang  semenjak di rahim. Rasa dan bau makanan yang dikonsumsi calon ibu dapaat ditransmisikan kepada janin melalui cairan amniotik. Setelah melahirkan, transmisi yang sama juga terjadi melalui ASI.

Perkembangan awal indra penciuman terjadi pada saat bayi berinteraksi melalui proses menyusui dengan sang ibu. Saat itu, bayi mendeteksi aroma tubuh ibu dan ASI yang dikonsumsi. Bersamaan dengan proses itu terbentuk perkembangan psikologis emosional bayi. Terbentuknya rasa nyaman karena merasa terlindungi ketika dalam pelukan ibu menyusui. Kondisi itu merupakan ikatan kekuatan emosional yang terbentuk dari ibu kepada bayi.

Pendengaran

Pendengaran juga telah berfungsi sebelum kelahiran. Pengenalan dini terhadap suara dan bahasa yang didengar di dalam rahim merupakan pondasi hubungan antara orang tua dan anak. Gelombang suara yang dihasilkan oleh ibu selama bayi berada dalam kandungan merupakan suara pertama yang dikenal bayi.

Pendengaran bayi mulai berkembang pada hari ketiga atau keempat. Hal ini bersamaan dengan keluarnya cairan amniotik yang memenuhi bagian tengah telinga. Di saat inilah bayi sudah dapat menentukan arah datangnya suara. Uniknya, suara rendah akan lebih mudah distimulasikan oleh pendengaran dibandingkan dengan suara tinggi.

Penglihatan

Penglihatan merupakan indra yang baru berkembang tepat pada saat bayi dilahirkan. Mata seorang bayi yang baru lahir lebih kecil dari mata orang dewasa. Struktur retinanya belum lengkap dan saraf optiknya sedang berkembang. Bayi yang baru lahir buta di cahaya terang. Peralatan penglihatan bayi sangat sempit dan akan menjadi dua kali lebih luas pada usia dua hingga sepuluh minggu. Kemampuan untuk mengikuti target yang bergerak dan juga persepsi terhadap warna berkembang dengan cepat pada bulan pertama. Penglihatan binocular (penggunaan kedua bola mata untuk fokus) yang memungkinkan bayi memeahami persepsi dalam dan jauh, biasanya berkembang pada bulan keempat atau kelima.

Perlu diingat bahwa setiap anak unik. Kemampuan dalam melakukan sesuatau pada setiapa anak berbeda-beda (urutan dan waktunya). Kemampuan sensorik bayi akan terus berkembang sesuai kemampuan dalam sirinya. Orang tua adalah fasilitator inti bagi sang bayi, maka ia berkewajiban untuk membantu dalam proses perkembangannya.


Semoga bermanfaat!

Jumat, 10 Januari 2014

Menu utama saat berbuka puasa

200820101612Nah, menu yang satu ini merupakan menu utama saat berbuka puasa. Pokoknya diusahakan deh..agar menu yang satu ini nggak ketinggalan. Kita kan sama-sama tahu kalau kurma merupakan makanan yang disunnahkan saat berbuka puasa. Kan ada haditsnya dari Anas radhiallaahu ‘anhu :

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dahulu berbuka dengan beberapa ruthab (kurma setengah matang) sebelum shalat. Kalau tidak ada ruthab maka dengan kurma. Jika tidak ada kurma maka beliau minum beberapa tegukan air.” (H.R Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Jadi, sebaiknya diusahakan untuk menjadikan kurma menu utama saat kita berbuka, kalau nggak ada ya..air putih.. lalu menyantap makanan lainnya. Alangkah sedihnya jika berbagai macam menu makanan terhidang sedangkan kurma walau sebiji tak tampak di meja makan. Walau insya Allah, tidak ada larangan untuk menyantap makanan selain di atas pada saat berbuka. 

Tapi sebaiknya kita tidak melewatkan pahala dengan hanya dengan memakan kurma. Agar kita memperoleh kenikmatan dan pahala berbuka serta pahala berbuka dengan makanan yang disunnahkan..
Dan ingat ya..disunnahkan memakan kurma dengan jumlah yang ganjil..

Semoga bermanfaat!

Rabu, 11 Desember 2013

Mengapa bayi baru lahir harus menangis??

Menangis adalah komunikasi pertama yang diperlihatkan oleh bayi ketika pertama kali dilahirkan oleh sang ibu. Namun, pernahkah anda bertanya tangisan bayi ketika dilahirkan menjadi sangat penting?? Sampai-sampai bayi yang tidak menangis harus dipukul bagian pantatnya atau menyentil tapak atau jari kakinya agar menangis.

Suara tangisan itu menjadi penting karena merupakan alat ukur kesehatan bayi. Tangisan dengan bayi pertanda jantung dan paru-parunya berfungsi dengan baik dan pertanda berfungsinya kemampuan sensoris bayi. Bayi mungil yang dilahirkan di dunia bukanlah makhluk yang tidak berdaya sama sekali. Ia telah memiliki kepekaan atau dikenal dengan kemampuan sensoris. Dengan kemampuan sensorisnya, bayi belajar mengenal lingkungan dan dunia di sekitarnya.

Kemampuan sensorisnya yang mencakup kemampuan panca indra bayi juga merupakan alat komunikasi awal antara bayi dan lingkungannya, khususnya dengan sang ibu. Ini dapat diamati, ketika bayi baru lahir pertama kali. Ia akan menangis dengan kencangnya. Itu terjadi karena bayi harus melalaui jalan yang sempit ketika dilahirkan, tekanan yang menyakitkan di permukaan kulit pada tubuhnya. Tekanan itu terjadi karena ukuran jalan lahir yang memang sempit dipaksa untuk mengeluarkan bayi dalam ukuran besar. Maka wajarlah bila akhirnya bayi menangis..

Sesungguhnya kemampuan sensoris ini sudah nampak ketika bayi dalam kandungan, misalnya ketika bayi berusia di 6 atau 7 bulan, ia mulai senang menggerakkan tubuhnya. Salah satunya diperlihatkan gerakan kaki bayi yang bisa dirasakan sang ibu bahkan kadang terlalu aktif dan keras yang biasanya kita bisa mengamati langsung pada permukaan perut ibu. menakjubkan!!

Untuk menghentikan gerakannya, cobalah mengelus/memegang permukaan perut maka si janin memberikan respon dengan menghentikan gerakan kakinya. Ini salah satu bukti bahwa kepekaan komunikasi sudah dimiliki bayi semenjak dalam kandungan.

Senin, 11 November 2013

Mengapa Harus Tidur Dalam Kondisi Gelap

Pernah mendengar hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam tentang sunnah untuk tidur dengan kondisi lampu dipadamkan (gelap). Berikut kutipan haditsnya :
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda “Artinya : Tutuplah bejana, ikatlah tempat air yang terbuat dari kulit, kancinglah pintu-pintu, dan matikanlah lampu lentera, karena sesungguhnya syetan tidak mampu melepaskan ikatan tempat air, tidak mampu membuka pintu, dan tidak mampu membuka tutup bejana.

Kalau salah seorang di antara kamu tidak mendapatkan (sesuatu untuk menutup bejana) kecuali hanya mendapatkan sepotong lidi, maka tutupkanlah dan hendaklah dengan menyebut nama Allah. Karena sesungguhnya tikus itu (biasa) membakar rumah (yang lampu lenteranya tidak dimatikan), yaitu dengan menambrak lampu itu lalu menumpahkan minyak yang ada di dalamnya sehingga terbakarlah rumah itu” [Hadits Riwayat Muslim]


Dan dalam hadits yang lain :
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : "Janganlah engkau tinggalkan api (lampu lentera) di rumahmu ketika kamu tidur" (H,R. Bukhari dan Muslim).

Anjuran untuk memadamkan api sebelum tidur bagi sebagian kita mungkin berpendapat bahwa hal itu karena pada zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam masih menggunakan lampu lentera yang beresiko menimbulkan kebakaran jika tidak dimatikan. tapi hadits ini tetap berlaku bagi kita yang saat ini menggunakan lampu listrik.


Ternyata, dibaliknya terkandung hikmah yang sangat penting. Salah satu hikmahnya yakni hormon melatonin akan diproduksi lebih banyak pada suasana ruangan gelap daripada suasana yang redup, apalagi terang.

Apa itu hormon melatonin ? melatonin adalah hormon yang diproduksi di otak yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan sel dan syaraf. Dan akan mulai aktif pada saat tidur, terutama pada malam hari dan gelap.

Terutama untuk si kecil. Adalah sangat penting untuk menidurkannya dalam kondisi gelap, untuk perkembangan sel-sel otaknya.


sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguh_YwbQf__O8JJzc9TUlUaXco4Pf6PvYNsXeRmLkMaNobuT83TA63sx0UkZ-OC2CF6P7c8hmbUlOU7MP6mDeDDjSLDAT8WH45BN4PQ6jT2mONHzihzdEFZlApzcvqrxkgdol4JAe4lw85/s200/malam.png

6 Sebab Mengapa Bayi Menangis

Para ibu tentunya pernah mengalami hal ini, dimana pada waktu-waktu tertentu bayinya menangis, bahkan kadang dalam waktu yang cukup lama. Pada hakikatnya, setiap bayi akan menangis. Dari beberapa sumber disebutkan, bayi normal biasanya menangis hingga jika dijumlahkan bisa mencapai 3 jam dalam sehari.

Bayi adalah makhluk yang lemah dan belum bisa mengerjakan sesuatu secara mandiri. Dia bergantung kepada orang lain untuk menyiapkan makanannya, memperoleh kehangatan dan membebaskan dirinya dari kesulitan yang dialaminya.

Menangis merupakan suatu cara yang dilakukan bayi untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menangis adalah bahasa bayi yang bisa mengungkapkan perasaannya ketika lapar, haus, serta membutuhkan kehangatan dan rasa aman.

Untuk para new mom, pada hari-hari pertama mungkin terasa agak sulit, gelisah dan tegang. Tapi insya Allah seiring berjalannya waktu, para orang tua terutama ibu mulai memahami sebab menangis dan berbagai kemauan bayi..

Nah, pada artikel ini akan disebutkan beberapa hal yang biasa menyebabkan bayi menangis :
  1. Membutuhkan makanan. Ini merupakan sebab pertama bayi menangis. Jadi, langkah pertama dilakukan ibu jika bayi menangis adalah dengan menyusuinya. Jika tangisannya belum reda maka kita mengamati sebab-sebab penting lainnya.
  2. Membutuhkan kenyamanan. Kebanyakan bayi menangis jika pakaiannya terlalu sempit atau basah. Terutama di daerah popoknya. Periksa, apakah popoknya sudah sangat lembab atau habis buang air.
  3. Membutuhkan suhu panas yang sesuai. Bayi seringkali menangis karena alergi dingin atau panas yang berlebih. Misalnya karena selimut yang terlalu ketat sehingga menyebabkan gerah. Penting untuk memperhatikan jenis bahan dari pakaian yang digunakan si kecil yang sesuai untuk kondisi suhu pada saat itu
  4. Membutuhkan rasa aman. Kebanyakan bayi akan senang jika berada dekat dengan ibunya dan mendengar suaranya. Hal ini menimbulkan rasa aman tersendiri buat si kecil.
  5. Membutuhkan ketenangan dan tidur. Ada beberapa bayi yang sulit tidur akibat adanya cahaya yang terang/menyilaukan, atau bising di dalam rumah. Sebaiknya memang sedari bayi dibiasakan untuk tidur dalam kondisi gelap. Salah satu alasannya karena hormon melatonin yang berfungsi dalam perkembangan sel dan syaraf diproduksi lebih banyak pada suasana gelap.
  6. Kesulitan fisiologi. Bayi biasanya menangis karena sakit perut atau tidak bisa mengeluarkan udara dari perut dan duburnya. Kesulitan seperti ini akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, jika bayi bersendawa setelah menyusu dan tidur dgn pulas akan membantu bayi beristirahat. Sama halnya ketika bayi sakit, menderita demam dan lainnya.
Semoga bermanfaat..

sumber gambar : http://widyani.org/wp-content/uploads/2009/11/bayi_menangis.png